Ada pernyataan mengejutkan (menurut saya) dalam
penyelenggaraan babak 8 besar Liga Indonesia. Seperti
diberitakan Detik Sport, Ketua Panitia di Kediri,
Paulus Haryoto mengatakan, harus melakukan banyak
penghematan, termasuk meniadakan media centre dengan
alasan tak punya dana dan tak ada bantuan dana dari
PSSI. 
"Pengiritan dilakukan, tambah Paulus, karena panpel
tidak mendapat dukungan dana sama sekali dari PSSI dan
BLI untuk penyelenggaraan event ini. Kami mengandalkan
pemasukan dari tiket saja. Jadi bayangkan saja. Kami
juga tidak mendapat dukungan dari pihak sponsor (dari
luar)," begitu katanya seperti ditulis Detik Sport.
Menurut saya ini aneh. Bukankah ini masih rangkaian
dari Liga Indonesia? Artinya Liga Indonesia belum
berakhir. Bila ini masih dalam rangkaian Liga
Indonesia, mestinya panitia protes ke PSSI, karena
sponsorhip dari PT Djarum yang diterima PSSI masih
terpasang di kaos-kaos tim. Artinya semuanya masih
berlaku dan mereka mestinya mendapatkan hak dari
hajatan itu. Apalagi yang dijamu bukan satu tim untuk
satu pertandingan. Tapi seperti sebuah turnamen kecil.
Bila babak 8 besar lepas dari Liga Indonesia, menurut
saya, semua embel-embel sponsor yang dibawa dari Liga
Indonesia mesti dilepas. Jadi tidak ada sponsor.
Karena memang panitia tidak kebagian dana untuk
penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Aneh memang. Seperti apa regulasi pengaturan
sponsorship di sepakbola Indonesia ini? Yang ngaturlah
yang tahu hehehehe...




      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke