*

*

SETUMPUK tugas berat sudah langsung menyambut Kevin Keegan setelah dipercaya
duduk di kursi manajer Newcastle United. Di antara seabrek pekerjaan rumah
itu, ada yang bakal menjadi prioritasnya. Yaitu, membangun "jembatan"
komunikasi yang harmonis dengan tukang gedor andalan The Magpies Michael
Owen. Kenapa?

Sudah menjadi rahasia umum jika Owen menyimpan bara api kebencian terhadap
Keegan. Itu disulut ketika mereka sama-sama terlibat dalam Timnas Inggris
pada Euro 2000. Keegan memang pernah 19 bulan menjadi nakhoda The Three
Lions, dari 1999 hingga 2000.

Riak hubungan dengan Keegan tersebut dibeberkan Owen dalam otobiografi
berjudul "Off the Record". Dalam otobiografi yang dirilis 2004 itu, Owen
terang-terangan menyatakan tidak senang dengan perlakuan Keegan. Dia
menyebut, periode di bawah asuhan Keegan sebagai "fase gelap dalam karirku".
Salah satu perlakuan tak menyenangkan dari Keegan yang terus diingat oleh
Owen adalah acara briefing menjelang laga terakhir penyisihan grup Euro 2000
menghadapi Rumania.

"Pertemuan tim menjelang laga dilakukan untuk mendiskusikan Rumania. Tapi,
Keegan menghabiskan waktu selama 20 menit hanya untuk mengguruiku. 'Michael,
kalau aku pelatih lain, kamu mungkin tak akan bermain besok. Kamu harus
menunjukkan peningkatan atau kami akan menggantimu'. Saya sungguh tak senang
dengan sikapnya. Tapi, saya mencoba menghormatinya karena dia manajer,"
begitu isi curahan hati Owen dalam otobiografinya.

Selama tampil dalam asuhan Keegan, Owen mengaku mengalami penurunan performa
secara drastis. "Saya terbiasa tampil dengan rasa percaya diri yang tinggi
bahwa lawan akan takut kepada saya. Perasaan itu tiba-tiba lenyap ketika
saya bermain di bawah asuhan Keegan," sambung Owen dalam otobiografinya.

Tapi, ada iktikad baik dari Owen untuk memperbaiki hubungannya dengan
Keegan. Hal itu dia ungkapkan dalam bagian akhir tulisannya. "Saya tidak
merasa Keegan menyimpan dendam kepada saya. Saya menyadari bahwa kala itu
dia mungkin sedang berada dalam tekanan hebat sehingga butuh seseorang untuk
disalahkan dan saya adalah target yang mudah. Lagi pula, saat itu saya tidak
dalam kondisi puncak," katanya. (roq/ttg) indopos


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke