Lelucon La Liga

Setengah musim La Liga tidak hanya memperlihatkan superioritas Real
Madrid - 47 poin dari 19 pertandingan adalah rekor terbaik sepanjang
sejarah La Liga - tetapi juga menampilkan 'lelucon-lelucon' dan
'badut-badut' sepakbola. Artikel ini memuat kisah tentang sepak
terjang mereka sejauh ini.

VALENCIA
Bintang mereka berkelahi di bar. Mantan kapten membawa klub ke
pengadilan. Kiper yang loyal mengabdi bertahun-tahun seperti dilempar
ke kandang singa sementara sang kiper pengganti dengan "gembira"
memberikan bola ke lawan. Tiga pemain mereka paling setia - jika
dijumlahkan, total game yang mereka mainkan mencapai 1000 pertandingan
- dipecat pihak klub. Penyerang bermain di bek kanan, gelandang sayap
bermain di posisi penyerang tengah, dan bintang yang baru saja mereka
beli belum juga bermain.

Ketika klub memecat pelatih Quique Sánchez Flores, mereka masih punya
peluang di liga Champion dan hanya tertinggal 4 poin dari Real Madrid.
Di bawah pelatih baru, mereka terlempar dari liga Champion dan
berjarak 23 poin dari Real Madrid. Prestasi terbaik sang pelatih baru,
1 gol dari 9 partai La Liga. Ironisnya, pemain baru yang diandalkan
sang pelatih muncul di internet dengan video seksnya.

Tapi Valencia bukanlah dagelan terbesar La Liga musim ini. Klub paling
'lucu' itu adalah Levante.

LEVANTE

Media massa Spanyol menyebut, jika presiden Valencia Juan Bautista
Soler adalah seorang dumb maka presiden Levante Pedro Villarroel
adalah seorang dumber. Soler bisa saja memecat, membeli pemain baru
atau melakukan hal-hal konyol tetapi Pedro dapat melakukan semua itu
jauh lebih 'baik' lagi. Sembilan pelatih dalam 7 musim, 30 pemain baru
dalam dua musim, utang membengkak, stadion sunyi pendukung (no 3
paling sedikit ditonton fans), pemain yang berlari-lari ke ruangan
medis, saling mengancam dengan pemain dan hasil buruk di pertandingan.
Semua menggambarkan betapa buruknya kepemimpinan seorang Pedro. Kini
Pedro telah turun tahta dan menugaskan sang boneka Julio Romero untuk
memimpin Levante. Tetapi Pedro tidak benar-benar menghilang. Ia masih
berkuasa dan menjadikan Levante klub paling buruk dalam 10 tahun
terakhir La Liga. Terperosok di posisi paling bawah dengan hanya 9
poin.

Kembali ke bulan Agustus 2007, Mustapha Riga dan Damiano Tomassi
menolak terbang menggunakan La Saeta - jet pribadi Real Madrid.
Akibatnya tim Levante tiba hanya 2 jam sebelum kick-off sebuah partai
persahabatan dengan menu makanan yang tersedia, Bic Mac dan kentang
goreng. Bintang mereka Shota Arveladze  cedera akibat salah
menggunakan fasilitas fitnes dan sejak itu tidak pernah bermain lagi.
Klub menolak rekomendasi pelatih dan memilih merekrut 7 pemain baru
yang usianya telah melewati 30 tahun. Tiga pemain kemudian secara
reguler turun bertanding, sisanya hanya duduk di bangku cadangan.
Sementara sang striker bermain 17 kali dan tanpa mencetak satu gol
pun.

Kondisi klub bertambah buruk. Pelatih Abel Resino  dipecat tanpa
diberi pesangon sesuai kontrak. Pemain tak digaji meski mereka sudah
melaporkan situasi itu ke Persatuan Pemain dan pengadilan. Liga
mengancam akan mendegradasikan Levante secara otomatis ke divisi 1.
Tetapi Pedro tak bergeming. Ia malah mengirim SMS ke semua pemain dan
mengancam akan menendang mereka keluar jika berbicara ke media atau
pihak manapun.

Riga, sang top skorer, mengeluh,"Bagaimana dapat berkonsentrasi jika
manajer bank menelpon setiap hari". Aset dan kartu kredit mereka kini
dibekukan. Liburan Natal lalu, Riga menghilang dan terlambat datang di
kamp latihan. Sementara Savio, Marco Storari, dan Bruno Cirillo sudah
tak kembali sejak desember lalu. Pemain lain, Laurent Robert sudah
sejak lama menghilang.

Pelatih baru, Di Biasi, membawa kesegaran dan mampu memotivasi para
pemainnya. Terbukti minggu lalu saat bertanding menghadapi Real
Madrid, Levante kalah hanya karena seorang Van Nistelrooy bukan
kehebatan tim Madrid. Namun Di Biasi mengakui, para pemainnya tak
cukup bagus. Dua kali menang dari 19 pertandingan dan hanya mencetak
11 gol. Bila melihat sejarah, Levante takkan selamat dari jurang
degradasi. Begitu juga Pedro. Ia pasti akan benar-benar turun tahta.

disadur dari guardian.co.uk (Sid Lowe)

-daniel-

Kirim email ke