*Smoga bukan hanya sebuah omong doang*
*talkshow semalam di sctv.*

Kamis, 24 Jan 2008,



Pembenahan itu berupa regulasi, penegakan hukum, maupun pemilihan dan
penugasan perangkat pertandingan. Menpora men-deadline setahun bagi otoritas
sepak bola nasional tersebut untuk menuntaskan tuntutan itu.

"Jika PSSI tidak berbenah, saya siap mengambil kebijakan yang tidak populis.
Yakni, memberhentikan Liga Indonesia," tegas Adhyaksa Dault saat menjadi
pembicara dalam acara Diskusi Sepak Bola Indonesia; Prestasi No, Rusuh Yes
di Gedung Graha Pena Jakarta kemarin (23/1) sore.

Adhyaksa menyadari, pemerintah memang tidak berhak ikut campur tangan dalam
masalah organisasi sepak bola. Sebab, hal itu memang sudah termaktub dalam
peraturan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Namun, menurut Adhyaksa,
pemerintah akan nekat turun tangan jika kondisi sepak bola Indonesia
mengancam kenyamanan masyarakat.

"Saya terus terang malu dengan segala hal yang kini terjadi di sepak bola
Indonesia. Apalagi, dunia internasional juga sudah mengetahui melalui
tayangan media. Karena itu, kami akan turun tangan," tandas Adhyaksa. "PSSI
harus berbenah. Ini wajib demi kemajuan sepak bola Indonesia sendiri.
Sekarang saatnya mengedepankan hati nurani," sindir pria yang juga politikus
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Mendapatkan teguran Menpora, PSSI mencoba menyikapi dengan bijak. Menurut
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes, otoritas sepak bola
Indonesia berjanji untuk menjalankan perintah Menpora. PSSI bakal segera
melakukan perbaikan-perbaikan. PSSI juga berjanji untuk menegakkan regulasi.
(fim)  indopos


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke