Balotelli Jagoan Inter Saingi Pato
Artikel Terkait: Minggu, 3 Februari 2008 | 13:40 WIB MILAN, MINGGU - Persaingan Inter Milan dan AC Milan memang mendarah daging. Salah satunya seolah tak mau ketinggalam dalam segala hal. Ketika AC Milan sedang euforia terhadap bintang muda Alexandre Pato, Inter tak mau ketinggalan. I Nerrazzuri kini menjagokan Mario Balotelli Barwuah sebagai pesaing Pato. Pemain keturunan Ghana tersebut bahkan sudah mulai dijajal pelatih Roberto Mancini. Pada pertandingan leg kedua perempat final Coppa Italia (30/1), Balotelli tampil mengesankan. Striker berumur 17 tahun itu tak ubahnya pemain berpengalaman. Dia begitu berani mengambil keputusan-keputusan sulit. Kemampuan seperti itu didukung kecepatan dan kekuatan yang ekstra. Balotelli juga punya kecerdasan yang tinggi untuk pemain seukurannya. Maka, Mancini pun tak segan memujinya. "Sebagai pemain bola, Balotelli punya kualitas yang tinggi. Kekuatannya juga luar biasa untuk pemain seusianya. Saya kira, dia akan memiliki masa depan yang baik. Asal, dia tetap konsisten dan terus mengembangkan dirinya," puji Mancini tentang pemain juniornya itu. Sejauh ini, Balotelli memang belum dimainkan di pertandingan Serie- A. Menurut Mancini, dia memang tak mau memaksa. Pada saatnya, dia akan menjadi andalan Inter. Toh, dia mulai dicoba di pertandingan Coppa Italia tan sudah memuaskan. "Saat ini memang banyak pemain muda yang dipaksa berkembang terlalu cepat. Kemudian dia diangkat dalam realitas yang sebenarnya belum saatnya. Itu akan sangat berbahaya," jelas Mancini. Balotelli lahir di Palermo pada 12 Agustus 1990 dari orangtua imigran asal Ghana, Thomas dan Rose Barwuah. Nama aslinya sebenarnya mario Barwuah. Namun, pada 1993 dia diadopsi keluarga Balotelli di Brescia. Maka, Balotelli pun menghiasi namanya. Proses adopsi tersebut dianggap pemerintah Italia kurang definitif. Sehingga, sampai sekarang dia belum diakui sebagai warga negara Italia. Dia baru mendapat kewarganegaraan Italia pada umur 18 tahun. Balotelli sebenarnya sudah menyita perhatian banyak pihak sejak lama. Tapi, karena masalah kewarganegaraan, dia sering tak bisa tampil membela timnas Italia. Timnas Italia U-15 dan U-17 tahun pernah memanggilnya, tapi dia terpaksa tak bisa bergabung. Kenyataan itu coba dimanfaatkan Ghana. Pada 7 Agustus 2007, Balotelli dipanggil timnas Ghana untuk pertandingan persahabatan lawan Senegal. Pelatih Ghana, Claude le Roy berharap Balotelli menjadi bagian timnya, karena memang memiliki banyak janji. Namun, Balotelli menolaknya. Dia ingin suatu saat membela timnas Italia. "Aku sangat ingin mengenakan seragam Gli Azzurri. Aku yakin, suatu saat bisa menjadi bagian dari timnas Italia," katanya. Penolakannya terhadap Ghana adalah langkah yang tepat jika dia memang ingin membela Italia. Sebab, sekali dia membela sebuah timnas, maka sesuai aturan FIFA dia tak boleh membela timnas lain. Apakah dia benar-benar bisa menyaingi Pato? Kita tunggu saja. (CH4/HPR)
