--- In [email protected], "silvieriady" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Waks, kok bisa murah gitu ya Pak Alf? > > Kemarin itu, gw beli di Beijing harganya RMB 98 (Rp 128.000).
Alfonso: Diimpornya partai banyak, jadi murah. Langsung dari Beijing. --- In [email protected], "Ari Muladi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > don't nya aneh2 ya untuk ukuran negara maju > > > > waktu awal2 disneyland di HK dibuka > > banyak pengunjung dari daratan cina > > yang meludah dan kencing sembarangan > > sampai dimana-mana bau pesing Alfonso: Sampai sekarang di China juga masih suka ngeludah sembarangan, tapi sudah lebih terkontrol dibanding 2 tahun lalu. Di Beijing sekarang kalau ngeludah sembarangan dan ditangkap polisi, didenda RMB 50 (Rp 65,000). Berjualan kaki lima kalau ditangkap denda RMB 500 (Rp 650,000). Bandingkan dengan kawasan Jakarta Kota yang dibuka pemda DKI baru2 ini. Tukang baso, limun, teh botol, sampai penjual buah2an tumplek di lapangan museum. Kacau balau. Orang asing wajar males ke sana. Secara umum, kelakuan orang Beijing sudah bisa dikontrol pemerintahnya yang hebat dan keras. Beijing sekarang sangat maju dibanding Jakarta. Jalan rayanya mulus semua, jalur lambat ga ada mobil yang berani jalan kecuali bis kota. Bis kota pun hanya berhenti di halte. Jangan coba2 menyetop bis di lampu merah, pasti tidak akan dibuka. Saya kemarin main ke stadion Olimpiade mereka yang berbentuk sarang burung. Bentuk yang aneh, yang membuat orang terkesan. Orang menilai 1 negara secara cepat dari: 1. Airport ibukotanya (first impression) 2. Jalan raya dan lalu lintasnya 3. Kelakuan warganya Apakah bangsa kita punya 3 hal di atas? Alfonso
