kekekkeke... Musim ini, jelas banget, permainan Milan kalah kelas dengan Arsenal.
Semua klub pernah menjadi "temporary", yg mungkin bisa jadi "permanent". Arsenal sebenarnya sudah menunjukkan ancaman mereka saat masuk final UCL 2006. kekekke... =menang atau kalah adalah takdir= =memainkan pemain tua atau pemain muda adalah pilihan= (wak arip mode on) kuabooorrr... --- In [email protected], "Don Rudy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > [rudy] > Bangsai yang nulis, pasti penggemar Arsenal atau Liga Inggris nich. > Performa Milan musim ini memang lagi ga bagus, tapi bukan berarti Milan > turun kasta menjadi kalah kelas dari Arsenal. Di Eropa Milan adalah tim > kelas 1 dengan 7 gelar Liga Champions, 2 Piala Winners, dan 5 Piala Super > Eropa. Arsenal? > Ciao > [/rudy] > > Rabu, 05/03/2008 07:37 WIB > Milan Kalah Kelas dari Arsenal > Doni Wahyudi - detikSport > > > AFP > Milan - Setelah dalam lima musim terakhir selalu lolos ke perempatfinal, > langkah AC Milan musim ini terhenti di tangan Arsenal. Kali ini Rossoneri > memang bertemu dengan lawan dengan kelas yang lebih baik. > > Demikian pengakuan Carlo Ancelotti usai menelan 0-2 atas Arsenal dalam laga > leg II babak 16 besar Liga Champions di San Siro, Rabu (5/3/3008). Carletto > yang musim lalu mengantar Milan meraih tropi Liga Champions ketujuhnya malah > menyebut tanda-tanda kekalahan pasukannya sudah tampak di leg pertama lalu. > > Saat itu mungkin banyak yang mengunggulkan Milan karena bisa pulang membawa > hasil 0-0 yang membuat peluang mereka untuk lolos jadi lebih besar. Padahal > dalam laga di Emirates Stadium tersebut keunggulan pasukan muda The Gunners > atas rombongan renta Rossoneri sudah terlihat jelas. > > "Saya pikir sepanjang 180 menit mereka (Arsenal) mampu tampil sesuai dengan > permainan mereka sendiri dan Milan tak mampu menghadapi itu dengan > konsisten. Pujian untuk Arsenal, yang mampu menguasai lapangan dan terus > menekan kami," ungkap Ancelotti di Channel4. > > Hasil tanpa gol di leg pertama lalu bisa dibilang datang ke Milan dengan > bantuan Dewi Fortuna karena Arsenal tampil sangat dominan dan punya banyak > peluang. Sayangnya kondisi tersebut tak mampu diantisipasi Paolo Maldini cs > di leg kedua, yang meski bermain di kandang sendiri namun kembali didikte > lawannya. > > "Tak ada penyesalan. Saya pikir kami memang tak mampu berbuat apa- apa lagi > malam ini, Arsenal menguasai lapangan tengah yang membuat kami kesulitan > mengembangkan permainan. Setiap pemain telah melakukan pekerjaan dengan baik > untuk saat ini," lanjut pelatih yang sudah menyumbang delapan gelar buat > Milan sejak kedatangannya tahun 2001 lalu itu. > > Meski tampil dengan pemain-pemain terbaiknya -- kecuali Clarence Seedorf > yang masih cedera -- Milan tetap tak mampu mengimbangi Arsenal. Di lini > tengah, Kaka dan Andrea Pirlo yang menjadi nyawa tuan rumah tak kuasa > mengimbangi dominasi lima gelandang Arsenal, sementara Pato yang berkilau di > Seri A jelas mati kutu saat tak dapat suplai dari para midfielder. > > Seperti yang sempat dikeluhkan sebelumnya, Carletto berdalih kalau kondisi > fisik pemainnya, akibat jadwal yang padat, membuat permainan Milan jadi tak > maksimal. Karena mengejar ketertinggalan akibat keikutsertaan di Kejuaraan > Dunia Antarklub, Desember lalu, Diavolo Rosso bertanding 15 kali sejak tahun > baru atau jika dikira-kira merumput setiap 3,4 hari sekali. > > "Sulit untuk mengakuinya. Arsenal sangat kuat, muda dan antusias. Jika Milan > dalam kondisi 100% mungkin akan mampu menandingi, dalm dalam kondisi seperti > sekarang sulit untuk bisa melakukan lebih baik lagi," pungkas Ancelotti yang > posisinya sudah dijamin aman oleh Silvio Berlusconi. (din/a2s) > > -- > Cavaliere > AC Milan atau tidak sama sekal! > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
