Lepas dari masalah fisik yang keliatannya emang udah sulit bersaing masalah utama juga adalah kondisi psikis pemain. Terlalu sering juara juga gak bagus karena pemain seolah kehilangan motivasi untuk sebuah pencapaian yang lebih tinggi. Yang terjadi adalah seolah pemain jenuh dengan situasi yang ada membuat gagal mengembangkan kreatifitas di lapangan. Ditambah lagi strategi yang sedikit banyak cukup dibaca lawan mengingat sang pengatur terlalu lama bercokol dengan materi yang nyaris sama. Sebenernya sejak musim lalupun permainan Milan sudah sangat rentan. Tapi ternyata gak ada klub lain di Eropa (dunia sekalipun) yang bisa menghalangi Milan untuk jadi juara.
Sekarang mari kita kembali menginjak bumi. Dengan kondisi ini, mudah2an para petinggi MEMBUKA MATA untuk melakukan sesuatu untuk kemajuan Milan. Penyegaran adalah langkah awal. Sudah ber tahun2 Milan gak pernah melakukan sesuatu yang bombastis di mercato. Kalo akhir musim ini juga gak bergerak tentu ini akan sangat berbahaya. Seperti kata Bung Wiwid (komentator trans7) semalam, langkah awal tentu adalah melakukan pergantian pelatih dan gw setuju. Saat tetangga sebelah si merda mulai bergerak mendekati JM, apakah kita harus tetap bertahan pada sebuah spekulasi lagi mempertahankan romantisme kejayaan masa lalu? Separuh lebih anggota lapangan juga mesti diganti. Mereka semua telah memberikan yang terbaik dan menikmati kejayaan bersama Milan, saatnya mulai lakukan pembangunan lagi dari awal untuk kemajuan di masa depan. Milan main di UEFA musim depan bukanlah suatu yang hina. Belajar dari Muenchen yang cepat recovery saat gak masuk UCL tahun lalu adalah pola yang sangat tepat. Gw yakin, dalam 2-3 musim lagi scudetto dan Eropa kembali ke tangan Milan. Ciaoooooooooooo -- Forza MILAN [Non-text portions of this message have been removed]
