MU Bungkam Olimpico
[Rabu, 02 April 2008 03:39, BIANGBOLA]

Manchester United tampil gemilang di laga pertama
perempat final Liga Champions usai mempermalukan tuan
rumah AS Roma dengan skor 2-0, Selasa (1/4), melalui
gol Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney.

Dengan kemenangan ini, Roma gagal membalaskan dendam
mereka di musim lalu dan memiliki tugas berat pada
pertemuan kedua karena mereka harus mengejar defisit
dua gol saat tampil di Old Trafford, 9 April
mendatang.

Sedangkan MU hanya membutuhkan hasil imbang guna
melaju ke babak berikutnya, dimana mereka akan tampil
dengan dukungan penuh dari fans yang akan memadati
Theatre of Dream.

Ini adalah kekalahan kedua Roma dari tiga pertemuan
keduanya di musim ini sekaligus kekalahan ketiga dari
lima laga dalam dua musim terakhir. Roma bermain
imbang 1-1 dengan MU di laga pertama babak grup dan
kalah 0-1 di pertemuan berikutnya.

Tampil di Olimpico, Roma berharap dapat mengulangi
kemenangan kandang seperti yang diraih di musim lalu
sekaligus membalaskan dendam saat mereka disingkirkan
MU di babak yang sama tahun lalu.

Sedangkan MU hanya berharap dapat menahan imbang
sekaligus mencuri satu gol di kandang Roma, yang
tampil tanpa kapten Francesco Totti.

Tuan rumah mendapatkan peluang pertama mereka saat
sundulan Christian Panucci, memanfaatkan umpan pojok
Alessandro Mancini, masih melambung di atas mistar
gawang MU.

Mirko Vucinic, yang menggantikan posisi Totti,
memiliki peluang matang saat dirinya mampu lepas dari
kawalan Rio Ferdinand. Namun tendangannya masih
melambung di atas mistar.

MU harus membuat pergantian lebih awal setelah Nemanja
Vidic mengalami cedera saat berebut bola di udara
dengan Vucinic. Bek Serbia tersebut digantikan oleh
John O'Shea.

Keasyikan menyerang membuat pertahanan Roma lengah,
dan hal ini dimanfaatkan MU untuk melakukan serangan
balik cepat.

Enam menit jelang turun minum tim tamu sukses membuka
keunggulan lebih dulu saat Cristiano Ronaldo mampu
menyelesaikan umpan silang Paul Scholes melalui
sundulan keras yang tidak mampu dihalau kiper
Alexander Doni.

Vucinic sebenarnya mendapatkan peluang untuk
menyamakan kedudukan sebelum jeda ketika tendangannya
masih menyamping di sisi gawang MU.

Di babak kedua, Roma meningkatkan serangan guna
mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang matang
kembali diciptakan anak asuh Luciano Spalletti namun
masih terbentur kokohnya lini pertahanan MU.

Roma seharusnya dapat menyamakan skor di menit ke-52
apabila Panucci sedikit lebih tenang di dalam
melakukan penyelesaian akhir setelah tendangannya
melambung ketika menerima umpan Mancini.

Vucinic terbukti cukup merepotkan lini belakang MU dan
membuat kiper Edwin van der Sar harus melakukan
penyelamatan penting saat sundulannya berhasil ditepis
oleh kiper Belanda tersebut sebelum akhirnya bola
dibuang oleh Ferdinand.

Tuan rumah semakin sulit mengejar ketertinggalan
setelah di menit ke-66 MU mampu menggandakan melalui
gol Wayne Rooney.

Umpan panjang Wes Brown mampu dikejar oleh Park Ji
sung, yang meneruskannya melalui sundulan, dan Doni
gagal menangkap bola sehingga bola lepas langsung
disambar oleh Rooney.

MU bahkan bisa saja memperbesar skor jika saja
tendangan Ronaldo tidak mengenai tiang gawang.

Michael Carrick juga mendapatkan peluang terbaiknya
sepanjang pertandingan ketika berdiri bebas untuk
melepaskan tendangan yang hanya menyamping tipis di
sisi kanan gawang.

Aksi Rooney dan Ronaldo beberapa kali membahayakan
gawang Roma. tendangan Rooney yang masih melenceng dan
tembakan Ronaldo yang melambung di atas mistar menutup
perlawanan Roma di kandang sendiri.

[Rif]

Schalke Gagal Bendung Barcelona
[Rabu, 02 April 2008 03:36, BIANGBOLA]


Schalke 04 gagal memanfaatkan penurunan performa
Barcelona di musim ini dalam pertemuan pertama
perempat final Liga Champions di Veltins Arena, Selasa
(1/4). Gol tunggal Bojan Krkic mempermalukan Schalke
1-0.

Kedudukan ini membuat langkah Barca untuk melaju ke
semifinal terbuka lebar. Dalam pertemuan kedua di Nou
Camp pekan depan, Barca hanya membutuhkan minimal
hasil imbang tanpa gol untuk menyingkirkan
satu-satunya wakil Jerman yang tersisa itu.

Adapun gol kemenangan tercipta di menit ke-12 saat
Krkic menyambar bola silang Thierry Henry dalam posisi
bebas di depan gawang Schalke. Gol terjadi juga karena
kesalahan kiper Peter Neuer yang gagal menahan bola
tendangan Henry di kesempatan pertama, sehingga bola
mental masih bisa diarahkan ke Bojan.

Gol itu membuat pemain belia berusia 18 tahun tersebut
sebagai pemain termuda kedua yang mampu mencetak gol
di Liga Champions dengan mengalahkan gelandang
Arsenal, Cesc Fabregas. Bojan, pemain termuda yang
tampil di Liga Champions sepanjang sejarah, hanya
kalah oleh Peter Ofori-Quaye yang melakukannya untuk
Olympiacos di tahun 1997.

Keunggulan Barca kemudian bertahan hingga turun minum.
Kejadian ini mirip dengan pertandingan melawan Real
Betis di Stadion Ruiz de Lopera dalam partai La Liga
pekan lalu. Unggul 2-0 di babak pertama, Barca justru
kemudian takluk 2-3 di babak kedua. Dan Schalke
berpeluang mengikuti langkah Betis karena sepanjang
babak kedua terus menekan pertahanan Barca.

Di menit ke-50, Christian Pander memaksa kiper Victor
Valdes bekerja keras mematahkan bola tendangannya dari
jarak sekitar 30 meter. Sementara di menit ke-71,
Valdes kembali nyaris terperdaya oleh usaha Halil
Altintop yang meneruskan umpan kapten Marcelo Bordon.

Sedangkan di menit ke-78, giliran Heiko Westermann
yang memberi umpan silang. Namun sambaran Soren Larsen
dari posisi bebas masih terlalu melebar. Peluang emas
terakhir yang diperoleh pasukan Mirko Slomka adalah di
masa injury time ketika tandukan Bordon dengan cekatan
bisa ditepis Valdes keluar lapangan.

Dengan demikian, impian Schalke untuk melengkapi
perempat final pertamanya hingga semifinal menjadi
lebih sulit karena Barca pasti akan bermain menyerang
di kandangnya sendiri pekan depan. Adapun kekalahan
ini adalah yang pertama bagi Schalke dalam lima partai
terakhirnya di semua ajang. (Hdn)
 
Polisi Akan Selidiki Insiden Anfield
[Rabu, 02 April 2008 01:15, BIANGBOLA]


Kepolisian Merseyside mengatakan akan berbicara dengan
Liverpool dan Everton mengenai dugaan insiden yang
terjadi di laga derby di Anfield, akhir pekan lalu.

Polisi tengah menginvestigasi klaim bahwa kapten
Everton Phil Neville terlibat pertengkaran dan dipukul
oleh fans Liverpool saat dirinya bersiap untuk
melakukan lemparan ke dalam.

Terdapat juga laporan bahwa kapten Liverpool Steven
Gerrard menjadi pusat cemoohan terutama tentang anak
perempuannya.

Tayangan kamera secara jelas memperlihatkan Neville
tengah diejek oleh sejumlah fans pada saat babak
kedua.

Saat Neville bersiap untuk melakukan lemparan ke
dalam, para fans berteriak-teriak ke arahnya dengan
jarak hanya beberapa inci.

Dan Gerrard juga mendapat ejekkan saat dirinya akan
melakukan tendangan pojok di babak kedua.

"Kepolisian akan berbicara dengan kedua klub yang
terlibat hari ini," ujar juru bicara kepolisian
Merseyside.

Juru bicara Everton Ian Ross mengatakan sangat penting
untuk melibatkan petugas keamanan dan polisi karena
klubnya tidak ingin mengalami kejadian saat pendukung
melakukan kontak fisik dengan pesepakbola saat
pertandingan.

"Kami ingin memastikan hal ini tidak terjadi lagi di
laga derby Merseyside atau pertandingan lainnya. Kami
memang tidak akan pernah memafkan pihak yang mengejek
pemain tertentu, namun sungguh memalukan karena Rafael
Benitez memilih untuk mengacuhkan aksi pendukung
klubnya sendiri," tukas Ross, merespon komentar
Benitez yang mengatakan sangat kecewa dengan ejekan
kepada Gerrard.

"Tidak hanya Joleon Lescott yang menjadi target ejekan
sepanjang pertandingan, Phil Neville terlihat beberapa
kali dicemooh dan juga dipukul oleh seorang pendukung
saat dirinya akan melakukan lemparan ke dalam. Kami
meminta polisi dan petugas keamanan untuk menangani
permasalahan ini," tambahnya.

[Rif/Eurosport]
 
Prandelli Raih Penghargaan Fair Play
[Selasa, 01 April 2008 22:48, BIANGBOLA]


Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di Italia,
arsitek Fiorentina Cesare Prandelli meraih penghargaan
Fair Play 2008 dari majalah Milan's Finanza dan Italia
Oggi.

Atas predikatnya tersebut, Prandelli dipuji di seluruh
Italia karena sikap fair play-nya. Mantan pelatih
Parma itu hampir tidak pernah mengritik wasit di depan
publik dan menjadi figur populer diantara
pelatih-pelatih lawan serta para pemain.

"Ini adalah suasana yang spesial dan hadiah lainnya
yang telah diberikan kota Florence kepada saya. Saya
senang dan merasa terhormat dapat dilibatkan dalam
ajang ini," tukas Prandelli.

"Saya tidak ingin terkesan angkuh, namun fair play
lahir dari sikap yang secara alami ada dalam diri
saya.

"Kita harus belajar untuk melupakan beberapa hal di
belakang seusai pertandingan. Saya dapat mengerti
emosi yang berbeda-beda, namun dibutuhkan adalah
aturan yang tepat," tambahnya.

Prandelli sebelumnya telah meraih trofi Golden Bench
atas usahanya bersama Fiorentina di musim lalu namun
kalah bersaing dengan pelatih Roma Luciano Spalletti
saat memperebutkan penghargaan Calcio Oscars.

[Rif/Channel4]
 
Capello: Saya Tidak Urusi Kontrak Pemain
[Rabu, 02 April 2008 00:10, BIANGBOLA]


Berbicara di depan pengadilan, arsitek Inggris Fabio
Capello mengatakan kalau dirinya tidak pernah mengurus
kontrak pemain selama melatih di Italia dan memaksa
pemain untuk menandatangani kesepakatan khusus.

Capello menjadi saksi dalam sidang pengadilan dari
enam orang yang dituduh melakukan kompetisi tidak fair
melalui penggunaan ancaman sebagai bagian dari agen
olahraga Gea World, yang biasa mengatur karir sejumlah
pesepakbola dan pelatih Italia.

Mantan manajer umum Juventus Luciano Moggi, yang
menjadi tokoh dibalik skandal pengaturan pertandingan
Serie A tahun 2006, dan Davide Lippi, anak Marcello
Lippi, merupakan dua dari enam terdakwa tersebut.

Capello pernah bekerja dibawah kepemimpinan Moggi di
Juventus sejak 2004 hingga 2006 namun masa
kepelatihannya di Roma yang menarik minat pengadilan.

"Saya tidak pernah mendengar para pemain mendapat
tekanan atau insiden yang berkaitan dengan kontrak
pemain. Di Roma dan kemudian Juventus, saya hanya
berhubungan dengan kepelatihan," tukasnya.

Ditanya mengenai wawancara yang ia berikan kepada
harian Corriere dello Sport mengenai Gea dan
kemungkinan monopoli pemain yang dilakukan mereka,
Capello mengatakan: "Saya melakukan wawancara karena
saya merasa berhak melakukan sesuatu bagi Roma. Saya
tahu tentang Gea, saya tahu banyak pemain lahir dari
perusahaan tersebut."

Franco Baldini, asisten Capello, memberikan kesaksian
sebelumnya. Moggi sempat mendapat peringatan dari
hakim setelah memberikan isyarat kepada Baldini.

Lippi, mantan pelatih timnas Italia, nampaknya akan
menjadi saksi selanjutnya.

[Rif/Reuters]


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Kirim email ke