Kamis, 03 Apr 2008, Kado Pahit Fergie-Queiroz
MANCHESTER - Sambutan hangat seharusnya diterima Manchester United setelah mengalahkan AS Roma. Tapi, yang terjadi tidak demikian. Kepulangan United dari Italia justru disambut dengan kabar kurang menggembirakan. Pelatih United Sir Alex "Fergie" Ferguson dan asisten pelatih Carlos Queiroz harus berurusan dengan asosiasi sepak bola Inggris (FA). Kemarin (2/4), FA mengetok keputusan bahwa Fergie dan Queiroz terbukti melakukan pelanggaran dengan kategori "perbuatan tidak sepatutnya" saat United dikalahkan Portsmouth 0-1 pada perempat final Piala FA di Old Trafford, 8 Maret lalu. Yakni, kala Fergie dan Queiroz menumpahkan amarah kepada kepada wasit Martin Atkinson yang mengesahkan gol tunggal Portsmouth oleh Sulley Muntari dari titik penalti. Fergie menuding Atkinson berada di balik kemenangan The Pompey -sebutan Portsmouth. Fergie merasa korps pengadil lapangan itu tidak adil karena pelanggaran bek Pompey Sylvain Distin terhadap Cristiano Ronaldo tidak berbuah penalti. Pelatih 67 tahun tersebut juga melampiaskan kekesalannya dengan menuding Keith Hackett, ketua komisi wasit Inggris, tak becus menjalankan tugasnya. Sementara, Queiroz ikut terlibat karena menyebut Atkinson sebagai "perampok." Nah, setelah melakukan investigasi selama beberapa pekan terakhir, FA memutuskan Fergie dan Queiroz terbukti melakukan pelanggaran. Selambat-lambatnya, Fergie dan Queiroz harus memberikan jawaban secara resmi hingga 17 April nanti. Jika terbukti bersalah, Fergie dan Queiroz diancam dengan hukuman tidak boleh mendampingi tim minimal satu pertandingan. Hanya, yang jadi pertanyaan sekarang apakah hukuman itu hanya berlaku di Piala FA (berarti menunggu musim depan) atau berlaku di Premier League. Menanggapi hal tersebut, Fergie terlihat cukup geram. "Suatu hal yang menggelikan. Apa yang saya katakan memang proporsional. Sebab, banyak pihak yang mengatakan bahwa laga itu cacat," terangnya kepada situs resmi Manchester United. (dns/iro)
