Sepanjang masih ada celah, tentu bakal dieksploitasi terus oleh pemerintah maupun saingan2 Astro yang merasa dirugikan karena customernya banyak yang berpindah ke lain hati.
But anyway, that is not my problem. Situasinya sekarang adalah Astro menguasai hak siar Liga Inggris dan kalau gw mau nonton live pertandingan klub favorit gw dengan tenang di rumah, ya harus langganan. Masalah Liga Champion, kalau benar dikuasai Astro juga, ini akan jadi uppercut telak dari Astro untuk MNC :D , tapi gw juga berharap itu jangan sampai terjadi. Adios Danny Ganteng & Baek Hati --- In [email protected], Scouser Tommy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > RCTI dan SCTV dulu juga pegang hak eksklusif Piala Dunia persis seperti "bisnis" yang dilakukan Astro terhadap EPL dan nantinya UCL. > > Kalo legal landing rightsnya Astro juga belum selesai juga sd 2009 dan akhirnya Astro Indonesia bubar palingan ada stasion TV lokal yang beli hak siarnya UCL dari Astro Malaysia. > > Astro mah gak bakalan tenang di Indonesia selama urusan legal landing rightsnya belum selesai dan gak bakalan selesai kayaknya. > > Ciaooooooo > > dann496 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dagangan tidak laku gimana ? Wong Hak Siar EPL aja jadi rebutan dimana > mana kecuali Indonesia yang TV lokalnya tidak kuat nyiarin karena > hanya mengandalkan slot iklan doank. > > Logikanya seorang pedagang yang dagangannya laku.. mungkin gak sih > turunin harga barangnya ? Jawabannya ya gak mungkin kecuali kalau > barang itu sudah ngga musim lagi dan mau dijual obral. > > Kalau masalah simpati terhadap tetangga2 dan teman2 setanah air, ya > ini harus dilihat secara proporsional juga. Kalau ngga mampu, kenapa > harus dipaksain, kan bisa cari alternatif lain spt numpang nonton di > rumah teman atau nonbar rame2. > > Gw malah bersyukur karena dengan Astro artinya gw bisa nonton MU live > setiap minggu. Ngga kaya dulu yang sering digilir oleh TV7. > > Adios > > Danny > Ganteng & Baek Hati > > - >
