Pantesan gampang cedera. Gimana mo sembuh, "main bola" kok di motel...
*duer ! --- In [email protected], "Yonas Taswiyanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tenaaannnggg... > Jangan sensi dulu. > > Ini bukan Ronaldo anak emasnya Mbah Fergie... > > Ini Ronaldo yg lain... > > > *haiyah. > > > > 29/04/2008 12:18 > > Ronaldo Diperas Waria > > Ronaldo mengira mereka wanita. Setelah masuk kamar hotel, dia baru > tahu yang dikencani adalah sejumlah waria. Salah satu waria meminta > 3.000 dolar jika tidak ingin cerita kencannya dengan para waria > tersebar ke media massa. > > Striker Ronaldo harus berurusan dengan polisi, setelah berkencan > dengan sejumlah waria di sebuah hotel di Rio Janeiro, Senin (28/4) > dini hari waktu setempat atau Selasa (29/4) WIB. Salah satu waria > mencoba memerasnya. > > Inspektur polisi Carlos Augusto Nogueira mengatakan upaya pemerasan > terjadi ketika Ronaldo mengetahui telah menjalin kesepakatan dengan > waria, bukan wanita. ''Ronaldo tahu mereka pelacur, tapi tidak tahu > mereka waria,'' ujar Nogueira. ''Ronaldo baru tahu mereka waria > setelah masuk motel.'' > > Mereka bersenang-senang di dalam hotel. ''Tidak ada tindak kejahatan, > hanya urusan moral,'' kata Nogueira. ''Ronaldo mengatakan bersedia > membayar semuanya berapa pun. Namun sebelum meninggalkan hotel, salah > satu waria meminta 30 ribu dolar untuk menyembunyikan kisah kencan > mereka kepada media.'' > > Nogueira meyakini versi Ronaldo benar, karena para waria itu > memutuskan meninggalkan pos polisi sebelum menjawab pertanyaan pihak > berwenang. Para waria itu balik menuduh Ronaldo memintanya membeli > narkoba. > > Dalam pernyataannya kepada TV Globo, Ronaldo mengatakan telah menjadi > korban pemerasan. Dia membantah pernah menggunakan narkoba. > > Ronaldo berada di Rio de Janeiro sebagai bagian upayanya menyembuhkan > cedera lutut kirinya. Dia mengatakan akan kembali berlaga dalam waktu > enam bulan, jika program penyembuhannya memperlihatkan perkembangan > positif. > > Di Brasil, pelacuran dilegalkan negara. Tidak ada lokalisasi, dan para > penjaja seks berhamburan di semua jalanan kota. Bersenggama dengan > pelacur bukan sesuatu yang tabu. Gusti Satya >
