Ga ada yg nyangka Munchen bisa ditebas Zenit St Petersburg,
Turut berduka cita buat Om AIk... dampak konsentrasi terpecah :D
================================================
Sumber :
http://kompas.co.id/bola.php/read/xml/2008/05/02/0348128/kalah.memalukan.toni.minta.maaf
Kalah Memalukan, Toni Minta Maaf
ST PETERSBURG, KAMIS - Bayern Munich benar-benar tak berdaya saat
melakoni leg kedua semifinal Piala UEFA. Dalam lawatannya ke markas
Zenit St Petersburg, Kamis (1/5) malam atau Jumat (2/5) dinihari WIB,
raksasa Bundesliga itu dibantai 4-0 dan tersisih karena kalah agregat
5-1--pada leg pertama pekan lalu di Allianz Arena, kedua tim berbagi
gol 1-1.
Para pemain Bayern tak bisa berkata banyak, hanya permintaan maaf yang
keluar dari mulut mereka agar fans-nya tak terlalu kecewa. Luca Toni
adalah orang yang mengucapkan kata maaf itu karena mereka harus pulang
dari Rusia dengan kepala tertunduk sebagai ungkapan rasa malu.
"Kami harus meminta maaf kepada fans karena telah menodai sukacita
yang seharusnya diberikan kepada mereka (fans,red). Kami tak beruntung
malam ini dan saya menilai penampilan kami dalam pertandingan tersebut
adalah yang terburuk sejak saya bergabung," ungkap Toni usai
pertandingan.
Hal senada diungkapkan full back Philipp Lahm. Dia mengaku sangat
terpukul dengan kekalahan yang memalukan tersebut sehingga tak bisa
mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana kesedihan yang dirasakan.
"Sangat sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk melukiskan
kekalahan ini. Secara keseluruhan, kami memang tampil buruk dan
melakukan kebodohan sehingga gawang kami kebobolan empat kali. Memang,
kami tak boleh melupakan penampilan fantastis sepanjang musim hanya
karena kekalahan ini. Tetapi hari ini kami bermain buruk dan harus
membayar mahal dengan kegagalan," tegas Lahm.
Hasil memalukan ini bukan hanya memupuskan ambisi The Bavarian untuk
mencetak treble winner alias meraih tiga gelar juara. Namun, posisi
Toni yang sebelumnya di puncak daftar top skor Piala UEFA sudah
digeser oleh striker Zenit, Pavel Pogrebnyak.
Dua gol yang dilesakkan ke gawang Bayern membuat Pogrebnyak total
menorehkan 11 gol. Namun dia tak mungkin menambah gol lagi karena
absen di final nanti menyusul akumulasi kartu kuning. Saat ini dia
unggul satu gol dari Toni yang juga sudah pasti tak bisa menambah
koleksinya.
Dengan demikian, Bayern kini tinggal konsentrasi untuk memastikan diri
menjadi juara Bundesliga, Jika akhir pekan nanti mereka sukses meraih
kemenangan maka trofi paling bergengsi di kompetisi domestik itu akan
jatuh ke pundaknya dan mereka harus puas dengan raihan double winner
(juara Piala Jerman dan Bundesliga). (GL/LOU)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ke Final Piala UEFA, Rangers Wujudkan Mimpi 136 Tahun
FLORENCE, KAMIS - Glasgow Rangers harus melewati pertarungan selama
210 menit untuk mewujudkan ambisinya tampil di final Piala UEFA.
Setelah bermain tanpa gol pada 90 menit pertama pekan lalu di Ibrox,
wakil Skotlandia ini harus melewati duel selama 120 menit lagi untuk
mengakhiri perjuangannya di leg kedua babak semifinal, Kamis (1/5)
malam atau Jumat (2/5) dinihari WIB.
Ya, dalam lawatannya ke markas Fiorentina ini, Rangers mengakhiri
perlawanan tuan rumah setelah menang 4-2 lewat drama adu penalti.
Sepanjang waktu normal 2x45 menit plus perpanjangan waktu selama 30
menit, kedua tim tak mampu menghasilkan gol.
Karena agregat tetap 0-0 (skor leg pertama pekan lalu di markas
Rangers juga 0-0), maka pemenang duel ini ditentukan lewat adu
tendangan penalti. Mental para pemain Rangers lebih siap dan mereka
pun menatap final Piala UEFA, impian yang dirajut selama 136 tahun.
Pada partai puncak kompetisi nomor dua di Eropa ini yang akan
berlangsung 14 Mei mendatang di City of Manchester, Rangers akan
melawan Zenit St Petersburg. Zenit memastikan diri maju ke final
setelah membuat kejutan besar karena melumat raksasa Bundesliga dan
Eropa, Bayern Munich, dengan skor 4-0 (agregat 5-1).
Bermodalkan hasil 0-0 pada pertandingan leg pertama di Ibrox, markas
Rangers, Fiorentina menatap duel leg kedua ini dengan kepercayaan diri
yang sangat tinggi. Mendapat dukungan dari suporternya yang memadati
Artemio Franchi, Adrian Mutu dkk langsung bermain agresif sejak peluit
kick-off berbunyi.
Namun, sejumlah peluang yang diciptakan banyak yang terbuang percuma.
Selain karena karena kurang tenang dalam penyelesaian akhir,
penampilan gemilang kiper Alexander juga ikut memberikan andil atas
kegagalan Fiorentina.
Memasuki babak kedua, situasi tak banyak berubah. Fiorentina tetap
dominan dan mengambil inisiatif menyerang. Tetapi, lagi-lagi tim
asuhan Cesare Prandelli tersebut tak bisa mengonversi peluang-peluang
yang diperoleh untuk menjadi gol.
Pertandingan pun dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Pada
menit ke-110, Rangers harus bermain dengan 10 orang karena Daniel
Cousin diganjar kartu merah. Fiorentina semakin agresif memberikan
tekanan. Sayang, semua usaha pasukan La Viola tetap sia-sia sehingga
mereka harus menentukan nasibnya lewat adu penalti.
Pada drama yang menegangkan itu, Rangers keluar sebagai pemenang.
Meskipun penendang pertamanya, Barry Ferguson, gagal membuahkan gol
karena tendangannya bisa ditahan Sebastien Frey, tetapi mental para
pemain Rangers tetap kuat.
Titik baliknya terjadi saat eksekusi Liverani bisa ditahan Alexander
yang membuat skor tetap 2-2. Setelah Brahim Hemdani bisa memperdaya
Frey, giliran Cristian Vieri yang menjadi eksekutor. Sayang, tendangan
bekas pemain termahal dunia itu tak tepat sasaran sehingga ketika
Nacho Novo membobol gawang Frey, skor pun menjadi 4-2 yang berarti
Rangers berhak ke final untuk bertemu Zenit. (GL/LOU)
- Susunan pemain
Fiorentina: Frey, Jorgensen, Ujfalusi, Gamberini, Gobbi, Donadel
(Kuzmanovic 41), Liverani, Montolivo, Santana (Semioli 93), Pazzini
(Vieri 78), Mutu
Rangers: Alexander, Broadfoot, Cuellar, Weir, Papac, Whittaker,
Hemdani, Thomson, Davis (Novo 80), Ferguson, Darcheville (Cousin 64)
- Penalti (Fiorentina vs Rangers)
Ferguson (Rangers) – Ditahan kiper (0-0)
Kuzmanovic (Fiorentina) – Gol (1-0)
Whittaker (Rangers) – Gol (1-1)
Montolivo (Fiorentina) – Gol (2-1)
Papac (Rangers) – Gol (2-2)
Liverani (Fiorentina) - Ditahan kiper (2-2)
Hemdani (Rangers) – Gol (2-3)
Vieri (Fiorentina) – Gagal (2-3)
Novo (Rangers) - Gol (2-4)
--
Life means missing expected things and facing unexpected things. When
you are right, no one remembers, but when you are wrong, no one
forgets...This is life.
------------------------------------
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/