Tapi di Madrid ada banyak meneer juga, Sneijder, Robben, Ruud Nistelrooy.
Mestinya dilawan pake bambu runcing nih.

Adiossss


--- On Thu, 5/8/08, Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [BolaML] Musim Penuh Tragedi Barca
To: [email protected]
Date: Thursday, May 8, 2008, 9:00 AM

berikut salah satu contoh "tuah keberuntungan" yg dibawa oleh meneer 
belanda :p

============ ========= ========= ========= =====
Musim Penuh Tragedi Barca
Doni Wahyudi - detikcom

Madrid, Mengusung fantastic four, Barcelona memasang target 
prestisius di awal musim. Faktanya, usai laga menghadapi Real Madrid 
dinihari tadi yang mereka dapat hanya musim penuh tragedi.

Siapa yang tidak ngeri melihat kekuatan Barcelona di awal musim 
lalu? Setelah memiliki trisula maut dalam diri Samuel Eto'o, Lionel 
Messi dan Ronaldinho, mereka kedatangan Thierry Henry untuk kemudian 
membentuk "Fantastic Four".

Di awal musim penampilan mereka di Liga Spanyol memang cukup 
meyakinkan, juga perjuangan di Liga Champions di mana mampu lolos ke 
babak knock out sebagai pemuncak klasemen. Tapi kisah sukses 
tersebut tak berjalan lama karena satu-persatu masalah mulai 
mendatangi mereka.

Yang paling utama dan kemudian terasa sangat mengganggu perjalanan 
tim adalah soal Ronaldinho. Pemain yang begitu diharapkan menjadi 
otak permainan Barca itu malah lebih sering jadi berita karena 
kehidupan pribadinya. Belakangan hubungan sang gelandang dengan 
Rijkaard dan manajemen klub terus memburuk yang kemudian memunculkan 
kabar akan hengkangnya sang bintang.

Selain kehilangan beberapa pemain yang berlaga di Piala Afrika, 
hampir di sepanjang musim ini hantu cedera terus membayangi 
perjalanan Barca. Mulai Henry, Eto'o, Messi hingga Deco sempat 
dipaksa beristirahat cukup panjang yang kemudian menggangu 
keseimbangan tim.

Memang Bojan Krkic berhasil mengundang pujian saat beberapa kali 
dimainkan. Tapi anak muda itu jelas tak bisa menanggung target besar 
Barca musim ini.

Mulailah Barca tersingkir satu persatu dari kompetisi yang 
diikutinya. Setelah kalah atas Valencia di semifinal Copa del Rey, 
gantian Manchester United yang menyingkirkan mereka. Sementara di 
kompetisi lokal, Carles Puyol harus membayar sendiri ketidakmampuan 
mereka menjaga konsistensi.

Dan puncak dari semua kegagalan itu terjadi saat bertandang ke Real 
Madrid. Tak cuma sekali, di Santiago Bernabeu dinihari tadi, Carles 
Puyol cs dipaksa menelan malu dengan jumlah yang berlipat-lipat.

Mengunjungi ke markas Madrid hanya empat hari setelah resmi menjadi 
juara membuat Barca seakan-akan datang untuk mengucapkan selamat. 
Itu terkait tradisi guard of honnor yang -- demi tradisi -- harus 
mereka lakukan sesaat sebelum laga.

Entah bagaimana perasaan para punggawa Tim Catalan saat melakukan 
hal itu. Memberi penghormatan pada musuh terbesar yang dua tahun 
terakhir menghalangi mereka menjadi juara adalah hal pastinya sangat 
dihindarin Carles Puyol cs.

Sayangnya penderitaan mereka tak berhenti sampai di situ. Di 2 x 45 
menit pertandingan Barca benar-benar dibuat tak berdaya, mereka 
terus diintimidasi dan sempat tertinggal 0-4 untuk kemudian 
mengakhiri laga dengan 1-4.

Rangkaian tragedi Barca mungkin belum akan berakhir, setidaknya buat 
Frank Rijkaard. Menelan kekalahan telak atas Real Madrid plus 
kembali gagal mendapat gelar bisa menjadi akhir keberadaan orang 
Belanda itu di Camp Nou.

 














      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke