[rudy]
Masih ingat kejadian ketika /Il Phenomenon/ Ronaldo menangis 
tersedu-sedu seperti anak kecil ketika Inter takluk 4-2 dari Lazio di 
pekan terakhir musim 2001-02? Ketika itu Inter dilatih Hector Cuper, 
nich pelatih sebenernya punya kesempatan kembali menjadi "penentu" 
kegagalan Inter meraih scudetto, sayang dia sudah terlanjur dipecat 
manajemen Parma sebelum duel pekan terkahir Serie A melawan Inter minggu 
besok. Kira-kira yang bakalan menangis siapa ya kalau Inter gagal, 
kayaknya Materazzi deh :D
Ciao
[/rudy]

Selasa, 13/05/2008 08:39 WIB

Inter Dibayangi Mimpi Buruk 2002
Doni Wahyudi - detiksport

Jakarta - Memasuki pekan terakhir dalam posisi terdepan bukan jaminan 
Inter Milan juara. Mimpi buruk kegagalan enam tahun lalu kini menghantui 
Nerazzurri saat harus menghadapi Parma.

Cuma perbedaan satu poin atas AS Roma yang membuat Inter berhak duduk di 
puncak klasemen Seri A selepas pekan ke-36. Peluang merengkuh scudetto 
jelas terbuka lebar jika berpatokan kada kondisi tersebut, meski kans 
untuk terpeleset untuk kemudian menjadi pecundang juga masih memungkinkan.

Kondisi tersebut bukannya tak pernah dirasakan Inter. Tahun 2002 lalu 
mereka harus merelakan gelar yang sudah di depan mata menguap begitu 
saja akibat kegagalan di pekan pamungkas kompetisi.

Memasuki pekan terakhir Inter masih memuncaki klasemen dengan poin 68, 
unggul satu poin atas Juventus di posisi dua dan tiga poin atas AS Roma 
di urutan tiga. Inter sepertinya akan merengkuh scudetto pertamanya 
sejak 1989 karena kemenangan rasanya tak mungkin terlepas dari genggaman.

Namun yang terjadi kemudian sungguhlah mengejutkan, bertandang ke 
Stadion Olimpico, Inter pulang membawa kekalahan 2-4 atas Lazio. 
Sementara pada pertandingan lain dua gol Alessandro Del Piero dan David 
Trezeguet ke gawang Udinese memastikan Bianconeri meraih kemenangan 2-0 
sekaligus merebut gelar juara.

Klasemen akhir menempatkan Juve di posisi teratasa dengan poin 71 dan 
diikuti Roma yang mengumpulkan 70. Sementara Inter akhirnya cuma duduk 
di posisi tiga denga koleksi poin 69.

Peluang terjadinya skenario yang sama tahun ini mungkin saja terjadi 
jika melihat performa Inter dalam beberapa pekan terakhir. Lihat saja 
keunggulan Inter di puncak klasemen yang pertengahan Februari lalu 
terpaut sebelas poin kini hanya berjarak satu angka.

Peluang menyudahi kompetisi akhir pekan lalu saat menghadapi Siena juga 
menguap begitu saja. Skuad besutan Roberto Mancini justru direcoki 
dengan masalah internal terkait aksi serobot penalti Marco Materazzi.

Bertandang ke Parma yang saat ini duduk di zona degradasi harusnya bukan 
masalah besar buat Inter, apalagi Gialloblu justru baru memberhentian 
pelatihnya Hector Cuper. Membawa pulang tiga poin sekaligus mengamankan 
gelar juara sangat mungkin diraih, syaratnya hanya perlu fokus pada laga 
tersebut kalau tak mau nantinya AS Roma justru yang merayakan pesta 
scudetto. ( din / din )
Banner

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!

Kirim email ke