Masalah pembatasan pemain asing di liga primer sudah jadi sasaran tembak platini sejak dia jadi boss sepakbola eropa. Dibalik rencana ini adalah kecemburuan terhadap majunya sepakbola di eropa, khususnya di spanyol, italia dan terakhir inggris sementara sepakbola perancis melempem pem. Platini ini, karena pernah menjadi pemain terbaik eropa, merasa dia adalah dewa yang berniat memurnikan sepakbola jadi tidak komersial seperti sekarang. Dia lupa, atau membutakan diri, sepakbola sekarang sudah berubah selain menghibur juga adalah big business. Marketing berkembang dengan kualitas. Untuk mendapatkan itu, klub-klub mencari pemain keujung dunia dan merekrut/mengkontrak dalam usia muda. Di sini mereka dituduh melakukan "perdagangan perbudakan baru".
Dengan kualitas yang bagus, liga tidak susah menjual programnya pelosok negara. Salah satu alasan platini cs adalah, pemain asing akan membatasi perkembangan pemain lokal dan lambat laun merugikan perkembangan timnas ybs. Apakah benar? Yunani yang tidak terlalu bersinar dalam bisnis sepakbola dunia, liganya juga membuka diri bagi pemain asing selain membiarkan pemainya gabung ke berbagai negara. Dia bisa menjadi juara eropa karena bantuan pemain-pemainnya yang main di banyak kompetisi liga. Sementara pemain lokalnya diajak bersaing dengan pemain asing yang main di liga dalam negeri. Contoh lain: Italia, juara dunia. Siapa yang bisa membantah? Jadi ide pemain asing menghambat pemain lokal masih bisa diperdebatkan. Lagian, dalam satu timnas, berapa banyak sih pemain berkualitas yang dibutuhkan? Apa mau kayak pssi punya banyak pemain "nasional:" tapi kualitasnya kampungan atau cukup 30 pemain (dalam suatu periode) timnas tapi bisa bersaing? Kalau cuman butuh 20-30an orang, jumlah klub di liga sudah cukup menampung pemain berbakat. Kalo blatter... ah itu kan politik dia supaya tetap dipilih. 2008/6/1 Frely Pakan <[EMAIL PROTECTED]>: > aturan 6+5 ini gak bakalan pernah terwujud. at least di eropa, dah jelas2 > ilegal tuh. bentuk baru dari rasisme ala blatter :) > > kalo pun nih aturan diberlakuin, rasanya klub2 EPL gak bakalan langsung > tumbang. mereka tenggelam di tahun 90an lebih karena ketinggalan > perkembangan sepakbola akibat diban ma UEFA kan? > > sebelum di-ban, tahun 70-80an tanpa bosman ruling pun klub inggris tetap > bersinar kan di piala champions? dapetin 7 gelar liga champions dari 15 kali > ikut serta (70-85). jauh lebih banyak ketimbang negara mana pun di periode > itu. > > setelah bosman ruling diberlakukan, negara yang paling sering juara itu > spanyol (4x), inggris (3x), jerman ma italia(2x) ma portugal sekali. dari 12 > tim juara sejak era bosman hanya 5 tim juara aja yang didominasi ma pemaen > asing starting lineupnya. > madrid 98, United 99, Munich 01, Liverpool 05, Barca 06. > > ajax susah buat bangkit lagi walaupun nih aturan diberlakukan. liat aja > starting lineupnya ajax sekarang, paling cuma 3 aja pemaen belandanya. dari > roster pemaennya pun didominasi ma pemaen asing. > ditambah lagi liga belanda kualitasnya lagi ngedrop banget belakangan ini. > > yang paling masuk akal buat diterapin mungkin aturan homegrown player ala > UEFA tuh. dah mulai berlaku kan mulai musim ini? minimal 4 pemaen dari 23 > mesti homegrown player. > > _frely_ > > Saturday, May 31, 2008, 9:10:18 PM, you wrote: > > KA> Ajax, UCL ? Bukannye Uefa kalah play off tuh. > KA> Btw, dengan dikeluarkannya keputusan baru dari Blatter soal 6+5. > KA> Artinya, pembatasan pemain asing tahun 2012 akan diberlakukan. > KA> Dengan hanya 5 pemain asing, bagaimana nasib klub2 EPL ya? > KA> Akankah akan kembali ke tahun 90an sebelum peraturan Bosman? > KA> Dan juga, bagaimana nasib inter? Akankah akan kembali ke tahun 90an > juga? > > KA> Enaknya, kalau ada pembatasan pemain asing. Klub2 macam Red Star dan > Ajax, > KA> akan kembali menjadi tim yang disegani...... > >
