kagem Firdauf, akhirnya FIFA menyetujui pembatasan pemain asing http://www.detiksport.com/sepakbola/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/30/time/115027/idnews/947669/idkanal/73 karena disetujui badan tertinggi, mestinya tidaklah perlu dianggap rasis atau berpikir segala macam. mencapai prestasi tertinggi tidak mestilah memake pemain asing. dengan aturan begini kan mestinya tim2 kaya tidak bisa semena2 mengambil pemain bagus untuk dipasang di timnya, seperti yg dilakukan madrid memprovokasi ronaldo. bisa2 pemain cuma dicomot, bukan untuk dimainkan tapi cuma mengurangi kekuatan tim lawan, cuma teori konspirasi saya saja . .:P
tapi kalo ada pemain indonesia, thai atau yg lain yg ingin bermain di liga eropa, tapi keganjal peringkat fifa, itu termasuk apa ya? :D -- matur nuwun, bakt mailto:[EMAIL PROTECTED] Sunday, June 1, 2008, 4:43:12 PM, sampeyan nyerat: > kulit, ethnicity ma kewarganegaraan. > thanks for lighting me up :) > tapi apakah model rasis berdasarkan kewarganegaraan itu sesuatu yg > baru ? Blatter yg memulainya ? > ga lah, liat aja di semua negara equal oportunity untuk warga negara > asing & local apakah sama ? hak hak politik, sosial dan ekonomi pasti > berbeda. Dan itu wajar, jika konvensi UN & british law itu titranslate > secara mentah2 maka boundary sebuah negara sudah tidak relefan lagi. > Alkaizer
