kagem Don,

http://www.pon2008.com/id/legenda_isi.php?news_id=64
20 Oktober 1989 di Jakarta tepatnya di Stadion Madya, Senayan, seorang anak 
Indonesia mencatat prestasi Asia.
Berlomba pada Pekan Olahraga Nasional XII, Mardi Lestari, anak Indonesia itu 
mengukir tiga macam rekor baru untuk:
PON, nasional, dan Asia. Tentu, meski semua rekor merupakan catatan penting, 
rekor Asia itulah yang paling penting.
Tentu sang pelari—yang juga para pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, 
PASI—amat bergembira dengan hasil itu.
Menyambut rekor tersebut? Pasti bukan, karena rekor tertinggi yang pernah 
dicapai pelari Indonesia tersebut disambut
riang gembira. Mardi jadi pembicaraan orang-orang Binjai, kampungnya, 
orang-orang Medan, orang-orang Sumatera Utara,
dan orang-orang Indonesia.

Di Jakarta itu, Mardi, yang ketika itu berusia 22 tahun—dia lahir di Binjai 
tanggal 19 Januari 1967—mencatat 10,20 detik
untuk memenangi lomba 100 meter PON XII itu. Catatan waktu ini lebih cepat 0,08 
detik dari rekor Asia sebelumnya yang
dipegang oleh Li Tao dari Cina. Catatan waktu ini juga 0,12 detik dari rekor 
nasional lama ini yang diukir Mardi sendiri.
Rekor nasional 10,20 detik ini bertahan sampai tahun 2005.


dan rekor asia sementara ini oleh Samuel Francis (qatar) 9.99    "under 10" di
Amman   26/07/2007

mungkin suryo agung memang membuat rekor baru di sea games yg nota bene
bukan rekor asia bahkan masih lebih lambat dibanding rekor pon.
ya memang benar dia tercepat di asia tenggara saat ini, tapi bukan di
pon. . . :D

-- 
matur nuwun,
bakt                           
mailto:[EMAIL PROTECTED]

Friday, June 6, 2008, 1:59:02 PM, sampeyan nyerat:


> [rudy]
> waktu 10,25 detik atas nama Suryo Agung Wibowo di SEA GAMES kemarin 
> setahu saya adalah rekor baru bung...jadi tidak ada yang lebih cepat 
> dari dia sebelumnya.
> http://www.suaramerdeka.com/harian/0712/08/nas01.htm
> http://www.antara.co.id/arc/2007/12/14/manusia-tercepat-di-asteng-pulang-kampung/
> Ciao
> [/rudy]


Kirim email ke