[rudy] Tak ada pelatih yang tidak pernah membuat kesalahan, maju terus Donadoni...tapi plis pasang De Rossi dan Del Piero di starting XI, seperti headline kata Corriere dello Sport "Del Piero and De Rossi: Finally the real Italy". Ciao [/rudy]
Rabu, 11 Juni 2008 15:58 Pirlo Minta Donadoni Ubah Strategi Kekalahan memalukan 0-3 yang diderita Italia kala melawan Belanda, dinilai Andrea Pirlo mutlak kesalahan pelatih Roberto Donadoni. Menghadapi laga selanjutnya melawan Prancis, Pirlo minta Donadoni ubah strategi. Kesalahan terbesar Donadoni adalah menampilkan trio AC Milan Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo dan Massimo Ambrosini. Tiga gelandang yang berperan dalam skema 4-3-3 itu gagal membendung pergerakan trisula lini tengah De Oranje yang digalang Orlando Engelaar, Rafael van der Vaart, dan Nigel de Jong. "Jika Daniele De Rossi yang main dan saya didorong agak ke depan, hasilnya akan lain. Tapi, itulah keputusan pelatih," kritik Pirlo, kepada Donadoni. Pirlo beranggapan, saat timnya mencoba menyerang, Belanda selalu memaksa bertahan. Pasalnya barisan gelandnag Belanda lebih kreatif dan mempunyai stamina serta kecepatan yang bagus. Selain itu De Rossi dianggap memiliki kemampuan tiga kali di atas Ambrosini. Donadoni menyadari kesalahannya dalam memilih taktik. "Saya akan mengevaluasi hasil ini. Mungkin jika De Rossi dimainkan, hasilnya akan berbeda. Minimal kami bisa mencetak gol," cetus Donadoni. Pirlo seharusnya hanya bertugas mendistribusikan bola. Tapi ia justru ikut dipusingkan menutup lubang yang ditinggalkan Gattuso dan Ambrosini. Dari kacamata teknis permainan, jika ada De Rossi di lapangan maka Pirlo akan bebas menjalankan tugas sebagai konduktor permainan. De Rossi adalah tipe pemain dengan tenaga seperti Gattuso, tapi memiliki visi permainan layak Pirlo. Sementara Gattuso dan Ambrosini adalah dua pemain yang murni mengandalkan otot. Satu lagi dosa Donadoni adalah keputusanya memainkan Marco Materazzi dan Andrea Barzagli di depan portiere Gianluigi Buffon. Selain kalah cepat dengan trio Sneijder-Van Nistelrooy-Kuyt, kegamangan Materazzi dan Barzagli membuat para pemain Belanda mudah melepaskan tembakan mematikan yang berujung gol.[OZ] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal!
