meidian_abraham wrote: > > > Gila gila!! > > Oranje membantai Prancis lewat gol-gol spektakuler. . > > Setelah gol spektakuler Sneijder ke gawang ITALIA, > kali ini giliran Van Persie, Robben, dan Sneijder (lagi) yang bikin > gol-gol lebih superbly executed.. > > Counter attack-nya gak nahaaan...!! > > Siapa bisa nahan ORANJE sekarang?? > > == > Semoga Spanyol yang diberi kekuatan untuk meredamnya.. Amiin.. > Pertama-tama, kalahin Swedia dulu.. > [rudy] Pertanyaannya, siapa pelatih orange sekarang? Nich pelatih beberapa minggu sebelum berangkat ke Euro dan sebelum ditunjuk menjadi pelatih Ajax sempat mampir ke Milanello dijamu makan malah di restoran Giannino punya Kaladze oleh Galliani. Gw kirain bakalan jadi pelatih Milan berikutnya, tapi ternyata enggak, cuma silaturrahmi doang...gpp lah. Dia sempat diwawancarai /La Gazzetta dello Sport/ tentang peluang timnya di Euro 2008 setelah gagal di Piala Dunia 2006. Menurut dia, tim yang dia bentuk sejak pertama kali melatih Belanda targetnya adalah juara Piala Eropa 2008, bukan Piala Dunia karena saat itu timnya belum siap untuk bersaing di Piala Dunia. Sekarang tim yang dia bentuk sudah menunjukkan kekompakan yang luar biasa, sayang sekali setelah Piala Eropa 2008 dia cabut, alamat Belanda akan memulai dari nol lagi (kasarnya). Inikah legenda Milan yang akan mencetak sejarah menjadi seorang yang menjuarai Piala Eropa sebagai pemain dan pelatih, kalau iya gw berharap suatu saat di kembali lagi ke Milanello untuk menjadi pelatih. Kalau Belanda menjadi juara Piala Eropa sepertinya Milan akan kembali melirik pemain2 dari kincir angin setelah dulu gagal toal ketika mendatangkan 2 talenta muda Belanda (Kluivert dan Davids), transfer ini yang gw lihat agak membuat Milan kapok dengan pemain2 bertalenta dari Belanda yang belum berpengalaman. Angkat topi untuk Marco Van Basten, selamat...meneer.
Di pertandingan lain di grup ini Italia hanya bermain imbang 1-1 lawan Rumania, pertandingan sebenernya cukup menarik. Italia merombak komposisi pemainnya terutama di lini tengah dan belakang. Walaupun masih tidak seperti harapan gw, tapi dengan formasi 4-2-3-1 Italia cukup mendominasi ball possesion di babak pertama, sampai menit ke 30 60% untuk Italia dan 40% untuk Rumania, tapi serangan Rumania juga cukup merepotkan, tendangan2 ke arah gawang beberapa kali hampir membobol gawang Italia termasuk tendangan bebas Chivu yang membentur tiang gawang. Pada menit ke 43, Luca Toni membobol gawang Lobont dan dianulir...gw langsung berpikir, apa lagi ini? goal Luca Toni murni Onside. Tapi sudahlah, masih ada babak ke-2. Di babak ke-2 permainan tidak terlalu berubah, Italia masih cukup mendominasi, sampai akhirnya terjadi kesalahan yang sangat mendasar dari Zambrotta mengantisipasi tendangan bebas pemain Rumania dengan backpassnya yang "tanggung" padahal disitu ada Mutu, dan GOAL. Harapan gw masih tetep besar melihat permainan Italia...dan bener saja 1 menit kemudian Panucci menjebol gawang Lobont setelah menerima bola empuk hasil heading Chiellini. Donadoni memasukkan Antonio Cassano menggantikan Simone Perrotta...buljuk, troughpass-nya bener2 masih maut, cuma beberapa kali gagal dimanfaatkan barisan depan Italia. Harapan gw untuk melihat Aquilani ga kesampaian ketika Donadoni menghabiskan jatah 3x pergantiang dengan memasukkan Max23 dan F. Quagliarella. Gw masih yakin Italia bisa mengatasi Rumania, sampai akhirnya petaka itu datang ketika Panucci melanggar pemain Italia di kotak penalty(gw pikir kali ini Sandra Dewi sungguh TERLALU), sebelumnya Panucci kena kartu kuning ketika merayakan goalnya(sampai tulisan ini diketik gw mash bingung sebabnya). Dalam hati gw berpikir, kalau Panucci kena kartu kuning lagi dan keluar, Italia habis...tapi untung dia memang pemain berpengalaman dan masih bisa menjaga emosinya. Mutu mengambil tendangan penalty, dan sepertinya Sandra Dewi masih mau memihak Italia ketika tendangan itu berhasil ditepis Buffon yang malam itu tampil luar biasa. Mutu terlihat kecewa dan bahkan sempat terlihat kamera dia mengangis, sampai akhirnya dia digantikan. Dan kedudukan 1-1 bertahan sampai pertandingan usai. Tetap semangat Italia, Forza Italia! 3 tim masih berpeluang lolos ke 8 besar, tapi mungkin Rumania bisa lebih lega karena lawannya Belanda sudah memastikan 1 tiket ke 8 besar. Disinilah mental juara Belanda diuji, kalau dia "terprovokasi" media karena permainan indahnya dan dia ingin menunjukkannya lagi ketika melawan Rumania, menurut gw itu bukan gaya tim yang "bermental juara" karena bakalan merugikan mereka sendiri. Tapi gw berharap Belanda menahan imbang Rumania, dan peluang Italia lolos ditentukan oleh permainan mereka sendiri ketika melawan Perancis. Gw yakin setelah partai ke-2 ini Galliani mewakili keluarga besar Milan menelpon Van Basten untuk mengucapkan selamat. Dan mungkin saja Donadoni juga, kira2 berikut kemungkinan dialog Van Basten dan Donadoni. Donadoni : Hallo Van Basten, Buon Giorno Van Basten : Hallo, Buon Giorno juga Donadoni : Selamat atas performa tim kamu yang sangat mengagumkan Marco Van Basten : Terimakasih Roberto, kamu sendiri bagaimana? Donadoni : Tahu nich, sepertinya tim ini masih kurang kompak... Van Basten : Masih bersemangat untuk maju ke 8 besar? Donadoni : Ya iyalah, masa mau menyerah....tapi semua tergantung dari hasil Belanda vs Rumania nanti, kira2 kamu mau melepas partai itu nggak? Van Basten : Tenang Roberto, saya tidak akan merusak trend positif tim ini dengan kekalahan....itu sangat tidak baik secara psikologis menghadapi partai di babak berikutnya. Donadoni : syukurlah. Grazie, Ciao. Van Basten : Ciao Ciao [/rudy] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal!
