Hirarki Sepakbola Terguncang di Euro 2008 Kris Fathoni W - detikcom Wina, Presiden UEFA Michel Platini menilai kalau sejauh ini hasil di Euro 2008 telah menyajikan banyak kejutan. Bagaimana tidak, kalau beberapa tim tangguh tersengal-sengal menjalani gelaran itu. Selain itu, hal-hal positif lainnya juga hadir di sana.
Siapa mengira kalau dua finalis Piala Dunia, Italia dan Prancis, akan terseok-seok menuju ke perempatfinal Piala Eropa 2008. Mereka harus saling bunuh di partai terakhir fase grup, selain juga berebut tiket dengan Rumania. Di babak grup, Jerman yang sudah tiga kali juara Eropa dan juara Piala Dunia juga secara mengejutkan ditekuk Kroasia sehingga belum memastikan tiket delapan besar. Kejadian ini jelas di luar dugaan mengingat Italia, Jerman dan Prancis adalah tim yang ada di rangking sepuluh besar dunia. "Separuh laga sudah ada di belakang kita dan sudah membuat kita lapar dan ingin lebih. Kualitas permainan sudah mendapat pujian dari para pengamat. Taktik bertahan tak bisa dilihat di manapun," ujar Platini seperti dikutip International Herald Tribune. "Hasil dari 16 partai pertama sudah mengguncang hirarki sepakbola dan melahirkan tanda tanya pada kepastian yang sudah berakar kuat," imbuh dia. Platini juga menambahkan bahwa talenta individu tidak tertutupi dan justru saling melengkapi dengan permainan tim yang ada di Piala Eropa edisi ke-13 ini. Selain itu baru hadirnya satu kartu merah sampai dengan 16 laga juga menggembirakan. "Wasit mengontrol pertandingan yang cepat dan energetik ini dengan baik, dan (dengan) satu atau dua kesalahan kecil --biasanya hanya salah sampai ukuran centimeter dan seringkali secara spontan diakui-- kenikmatan festival sepakbola ini tidak terganggu. Membuat kesalahan sangat manusiawi dan dalam sepakbola haruslah tetap begitu," tandas dia. Dia juga menambahkan bahwa anggapan sepakbola hanya jadi milik kaum Adam telah gugur dengan sendirinya karena banyaknya penonton wanita yang hadir menonton pertandingan.
