[rudy]
Ini bukan gw loh yang nulis, gw tambahin aja kapten Prancis di Piala 
Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 Didier Deschamps juga digodok di Serie 
A. La Liga? Zidane pindah ke La Liga tahun 2001, setelah dia memenangi 
Piala Dunia 1998 dan 2000...dan akhirnya dia tunjukkan di partai final 
Piala Dunia 2006 apa yang dia dapat di La Liga, suatu tindakan yang 
sangat merugikan timnya sendiri.

Berikut daftar tagihan dari hutang2 lainnya atas "jasa" penggodokan 
kawah candradimuka Serie A:

@ Piala Dunia 1986 (Argentina = Kapten dan Pemain Kunci : Diego 
Maradona<Napoli>)

@ Piala Dunia 1990 (Jerman = Kapten : Andreas Brehme<Internazionale 
Milan>, Pemain Kunci : Lothar Mathaeus n Jurgen Klinsman<Internazionale 
Milan>)

@ Piala Dunia 1998 (Prancis = Kapten : Didier Deschamps<Juventus>, 
Pemain Kunci : Zinedane Zidane<Juventus>)

@ Piala Dunia 2002 (Brasil = Kapten : Marcos Cafu<AS Roma>, Pemain Kunci 
: Ronaldo<Internazionale Milan>)

*ngacir....
Ciao
[/rudy]

Selasa, 17 Juni 2008 09:49
Jelang Italia vs Prancis
Prancis Berutang pada Italia

Hubungan persepakbolaan Italia-Prancis memang tidak selalu manis. 
Hubungan ini bahkan sangat panas dalam dua tahun terakhir, terutama 
setelah kasus penandukan Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi pada 
final Piala Dunia 2006.

Namun, di balik hubungan tak akur ini, kedua tim sebetulnya mempunyai 
cerita manis pada tingkat klub. Diakui atau tidak, Prancis berutang pada 
Seri A. Kompetisi tertinggi Italia itu turut membesarkan pemain-pemain 
Prancis. Dari jajaran legendalegenda Les Bleus, sebagian besar menemukan 
nama lewat Seri A. Tak terkecuali, dua pemain Prancis yang paling 
melegenda, yakni Michel Platini dan Zidane.

Sebelum hijrah ke Seri A, Platini sudah menjadi bahan pembicaraan di 
Negeri Napoleon Bonaparte itu. Namun, siapa pun tahu bahwa Platini 
sangat identik dengan Juventus. Di klub berjuluk La Vecchia Signora 
tersebut, Platini menemukan segalanya dari nama besar hingga sejumlah 
penghargaan.

Matang di klub, pemain bernama lengkap Michel Francois Platini ini 
menularkan sinar kehebatannya di tim nasional. Pemain kelahiran 21 Juni 
1955 ini membawa Prancis menjadi raja Eropa pada 1984. Kisah Platini 
terulang pada Zidane. Mantan pemain Girondins de Bordeaux tersebut juga 
besar di Seri A. Puncaknya pada 1997/1998, saat dia mempersembahkan 
gelar Seri A untuk Juventus dan Piala Dunia 1998 untuk Prancis.

Kehebatan Zizou––panggilan akrab Zidane––bukan lantaran Seri A saja, 
juga Primera Liga. Harus diakui bahwa Seri A menjadi kawah candradimuka 
sempurna untuk Zidane.
Selain Platini dan Zidane, masih banyak nama pemain Prancis yang 
’’berutang’’ pada Seri A. Sebut saja Jean Pierre Papin, Marcel Desailly 
(AC Milan), Lilian Thuram (Parma, Juventus), David Trezeguet (Juventus), 
Sebastien Frey (Fiorentina), Didier Deschamps (Juventus), ataupun Youri 
Djorkaeff (Inter Milan).[Sindo]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


------------------------------------

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
==========================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke