Diimbangi Argentina, Brasil Dicaci Fans Sendiri Kris Fathoni W - detikcom Rio de Janeiro, Brasil ditahan imbang saat menjamu Argentina dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2010. Alhasil, tuan rumah pun dicaci dan dicela sekitar 52 ribu fansnya sendiri.
Dalam pertandingan di stadion Mineirao, Belo Horizonte, "Tim Samba" tampil tak mengesankan kendati sempat mengancam lewat Julio Baptista upaya jarak dekat pada babak pertama. Namun serangan kandas di tangan kiper Roberto Abbondanzieri. Di babak kedua justru Brasil yang didominasi "Tim Tango". Julio Cruz dan pemain pengganti Sergio Aguero punya peluang emas meski gagal dimaksimalkan. Serangan Lionel Messi yang tampil apik di waktu tambahan pun masih melebar. Frustrasi melihat penampilan timnya, fans Brasil justru memberi tepuk tangan membahana ketika Messi ditarik keluar di waktu tambahan. Hal ini tak ayak disesali oleh pemain Brasil. "Suporter Brasil harus memberi semangat. Tapi Argentina datang ke Brasil dan suporter Brasil malah memberi tepuk tangan pada Messi. Ketika Messi ke luar, ada sekitar 40 ribu orang yang memberi dia applaus," sesal bek Brasil Gilberto seperti dikutip Reuters. "Itu tak mengenakkan buat kami, kami ingin melakukan yang terbaik dan beberapa orang datang ke sini dan mencaci," sambung Luis Fabiano. Pelatih Brasil Dunga menambahkan kalau dia tak merasa terganggu dengan cacian fans, namun juga menyayangkan waktunya yang tak tepat. "Wajar ada dalam tekanan. Publik ingin menang, ada pesta sebelum pertandingan tapi kami harus menghadapi lawan tangguh. Mereka boleh menghina saya tapi cacian dimulai di saat para pemain justru sangat membutuhkan semangat," lugas dia. Hasil 0-0 antara Brasil dan Argentina untungnya dibarengi dengan kekalahan pemuncak klasemen sementara Paraguay yang ditekuk 2-4 oleh Bolivia. Satu partai lain antara Ekuador dan Kolombia juga berakhir 0-0. Sampai kini, Kolombia adalah satu-satunya tim yang belum pernah kalah. Paraguay masih memimpin di klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan dengan 13 angka, dikuntit Argentina yang tertinggal dua poin. Kolombia ada di posisi ketiga dengan 10 poin, diikuti Brasil (9 poin), Uruguay (8), Venezuela dan Cili (7), Ekuador (5), Bolivia (4) dan Peru (3).
