'Pecat Donadoni, Panggil Lippi!' Arya Perdhana - detikcom Roma, Kegagalan Italia di perempatfinal Euro 2008 membuat posisi Roberto Donadoni tersudut. Media-media Italia mulai mendesak pemecatannya dan diganti dengan Marcello Lippi.
Italia takluk di tangan Spanyol melalui adu penalti 2-4. Donadoni sebagai pelatih dipandang sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas buruknya prestasi Gli Azzurri, juara dunia 2006. "Italia, Lippi kembali," tulis Corriere dello Sport. "Spanyol bermain lebih baik dan menang. Donadoni (harus) pergi. Sekarang lihatlah pelatih yang memenangi Piala Dunia." Donadoni mengambil alih posisi pelatih seusai Piala Dunia 2006. Sebelum Euro, Donadoni meneken perpanjangan kontrak selama dua tahun ke depan. Tapi Federasi Sepakbola Italia (FIGC) bisa memakai klausul khusus bila Italia tersingkir untuk memutus kontrak. "Periode kepelatihan Donadoni di Azzurri seharusnya berakhir bersamaan dengan penalti Cesc Fabregas," tulis kolumnis Luigi Garlando di La Gazzetta dello Sport. "Ini adalah akhir cerita sebuah tim nasional yang sangat mirip dengan pelatihnya; secara umum bermartabat, jujur, tapi terlalu miskin dalam ambisi dan kualitas," lanjut Garlando. Kritikus berpendapat, hilangnya bek sekaligus kapten Fabio Cannavaro dan belakangan Andrea Barzagli karena cedera, serta Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso karena skorsing bukanlah alasan kekalahan Italia. "Kami pantas keluar. Spanyol punya sesuatu yang lebih dari kami dan Italia tidak tampil sebagaimana diri mereka sendiri," tulis Mario Sconcerti di Corriere della Sera. Alberto Costa, kolumnis lain di Corriere della Sera, mengecam keras lini depan Italia. Pasalnya, tak satu pun penyerang yang dibawa Donadoni sukses mencetak gol. "Italia memainkan pertandingan dengan sistem Catenaccio kuno yang kita semua pikir sudah lenyap dari sejarah kita," ujar Costa seperti dilansir Reuters. "Luca Toni menunjukkan bahwa dia dalam kondisi fisik yang buruk. Donadoni keras kepala dan bertahan dengan dia. Donadoni akan segera membayar konsekuensinya."
