Iseng nerjemahin bebas dari tulisan majalah 4-4-2 edisi Juni 2008
(terbit sebelum Euro dimulai)..

Judulnya 25 Reasons Why Spain Should Win the Euros..

Semoga aja ramalannya bener.. Amiin..




Iseng  ah nerjemahin bebas :)




alasan  no 1. Kali ini Raul nggak main


Aragones  bulan Februari lalu bilang:

anda  tau berapa kali Raul ikut World Cup? "Tiga kali" itu 
jawabnya.

"Dan  anda tau berapa kali Raul ikut Euro?"

"Dua  kali." dijawab sendiri sama Aragones..



"Tiga  dan dua. Itu lima."



"Dan  berapa kali Spanyol dapat gelar?"

"Tidak  satupun".

Dan  kali ini Raul nggak dipanggil



alasan  no.2 Atmosfer tim bagus



Nggak  ada lagi sebutan Basques, Catalan, dan "orang  Spanyol".

Nggak  ada juga persaingan Barcelona vs Madrid..



Iker  Casillas, ikon Madrid, adalah sahabat Xavi Hernandez. Pemain  asli
Barcelona.



alasan  no.3 Spanyol memiliki kecepatan



Alasan lain Raul  nggak dipanggil karena dia sudah terlalu lambat.

si Pelatih sadar  bahwa di level internasional sebuah tim membutuhkan
kecepatan, dan bukan cuma  sedikit, tapi banyak.



Dan memang Spanyol  punya kecepatan.

Bukan hanya sedikit,  tapi banyak.



no.4  Fernando Torres



Tau kan?

Yang rambutnya  pirang, tinggi, lincah.

Sudah mencetak  banyak gol. Dan banyak sekali gol



5.  Mereka sudah sering mendapat malu



Saat  ini nggak ada di tim Spanyol yang berani bilang: "Kami akan
menang" dengan penuh  kebanggaan.

Saat  ini mereka semua sangat low-profile, yang mereka ucapkan adalah
kata2 merendah, seperti mereka bukan  favorit dan mereka akan melakukan
yang terbaik untuk berusaha tetap tidak  menonjol.


dengan  kata lain, tidak ada lagi ucapan2:

"Kami  yang terbaik", "Jalan menuju Juara",
"Sekarang Saatnya!" atau  sebagainya..


Yang  ada hanyalah:

"Kami  akan melampaui Perempat Final"..!


sesederhana  itu..



6.  Mereka adalah anak2 muda yang lapar sekaligus punya  pengalaman



Mereka  paham apa itu artinya "pertandingan besar".



Starting  XI-nya Spanyol terdiri dari 5 orang yang pernah main di final
Liga Champion, dan  4 di antaranya pernah jadi juara.


Bahkan  ke-sebelas orang itu pernah bermain di Liga Champion bersama
klubnya masing2,


dan  pada kenyataannya, dari seluruh anggota tim, hanya 3 orang yang
belum pernah  bermain di Liga Champion

– dan  ketiga orang itu bermain di Final UEFA Cup musim  lalu.



7.  Mereka bahkan sudah meraih gelar bersama timnas  Spanyol



Iya, itu betul,  timnas Spanyol.


Bojan Krkic ikut  dalam timnas Spanyol yang juara Eropa U17 tahun  lalu.


Sementara Iniesta  tergabung di timnas yang jadi juara Eropa U16 dan U19
-
Xavi, Casillas, dan  Marchena Juara Dunia U20.



Torres ikut dalam  timnas Spanyol U16 dan U19 yang jadi juara Eropa
sekaligus terpilih menjadi  "Player of the Tournament".



Di timnas U19 itu  juga ikut bermain Sergio Ramos, Ruben de la Red,
Diego Capal, Raul Albiol, dan  David Silva.



Sementara Cesc  Fabregas meraih gelar runner-up di U17 World Cup,
sekaligus meraih gelar  top-scorer dan "Player of the
Tournament".



8.  Mereka punya orang Brazil di dalam  timnya



Gelandang berpasport  Spanyol, Marcos Senna, suatu kali mengakui dia
memilih Spanyol ketimbang  Brazil karena lebih mudah  mendapatkan tempat
di timnas Spanyol daripada di timnas Brazil.



9.  Kipernya bukan Pepe Reina, tapi Iker  Casillas



Pada  kenyataannya, Iker Casillas adalah kapten tim – dan dia pernah
"disentuh" oleh  Dewa.



Salah  seorang wartawan pernah menulis: "Iker Casillas bukan
manusia. Saat dia datang  ke bumi ada cahaya yang menerangi rumahnya.
Dia adalah malaikat yang jatuh ke  atas bumi, dia adalah juru selamat,
orang pilihan".



Pernyataan  yang sangat berlebihan memang J, tapi  Casillas memang
banyak melakukan hal2 luar biasa.

Dia  adalah kiper dengan gerakan reflek yang sangat  mengagumkan.



Secara  statistic, dia adalah "kiper klub Spanyol yang paling sering
menerima tembakan  di setiap tahunnya pada 5 musim terakhir"..

sekaligus  selalu menjadi kandidat "kiper terbaik musim ini"
karena kebobolan paling  sedikit..



10.  Mereka tergabung di grup ringan



Spanyol  sudah mengalahkan dengan telak Swedia di penyisihan,

Spanyol  tidak pernah kalah melawan Rusia,

dan  Spanyol adalah satu2nya tim yang tidak kalah saat berjumpa Yunani
waktu Yunani  menjadi juara di tahun 2004.



11.  Beberapa dari mereka bermain di Inggris



Mereka sudah  mengalami berbagai gaya permainan di Inggris, dan sudah
belajar  tidak hanya soal "pass and move" (permainan Inggris
saat dipegang Sven Goran  Eriksson).



Di Inggris ada juga  lawan yang bermain kasar, ada yang menendang bola 
sekencang2nya.



Dari sini mereka tau  apa itu "roasting" (apa nih
terjemahannya?), dan mabuk2an sampai muntah di depan  perempuan.



"Pendidikan ala  Inggris"! siapa yang bisa mengalahkannya!



Maksud semua itu  adalah:

para pemain Spanyol  sudah mengalami kehidupan beragam dan menjadi
sedikit lebih tangguh dari  sebelumnya.



Dan itu artinya  Spanyol punya banyak pemain yang bermain di level
tertinggi, lebih banyak dari  pemain negara lain, kecuali mungkin
Prancis.



Alasan  no 12. Sergio Ramos



Seorang Superstar,  yang punya pacar Miss Spain.

Coba saja  menghentikan dia.



Di sayap lainnya ada  Joan Capdevilla – full-back yang bisa mencetak
gol, sama seperti  Ramos.



13.  Mereka adalah pemain yang benar-benar sangat  bagus



Sungguh,  tidak bohong.



14.  Luis Aragones adalah orang gila



Memang  tidak harus menjadi orang gila untuk bisa bekerja di Spanyol,

tapi  menjadi gila akan sangat membantu J



15.  Mereka punya Xavi Hernandez di lapangan  tengah



Bukan sesuatu yang  hebat?

Coba saja merebut  bola dari kakinya.



Di partai kemenangan  terakhir Spanyol atas Italia (friendly game, Maret
2008), Xavi sukses membuat 96  kali passing dan hanya gagal 8 kali.

Di partai sebelumnya  lagi, dia membuat angka yang nggak masuk akal: 137
kali passing yang  sukses.



Pada kenyataannya,  bukan hanya Xavi, coba saja merebut bola dari kaki
siapapun pemain gelandang  Spanyol:

saat melawan Italia  (yang juara dunia itu), gelandang2 Spanyol sukses
membuat 296 kali passing,  sementara Italia nggak sampai 100.



16.  Mereka sudah mengalahkan Prancis dan Italia



1-0, dan saat itu  bermain jelek.

Italia, sang juara,  sampai bilang: Mereka bermain sampah dan masih 
menang.

"Mereka" di sini  maksudnya ya para pemain Spanyol, tentu saja.



Pelatih Aragones  sejak lama menyesalkan bahwa Spanyol dipenuhi pemain2
berbakat tapi punya  sedikit kekurangan, yaitu "keberuntungan",
dan "kemampuan untuk  bersaing".



Sementara itu,  harian Marca mengomentari kemenangan atas Italia (sang
juara dunia) dengan judul  berita: "Bisa menang dengan cara begini,
Apapun menjadi  mungkin".



Mereka bisa jadi  benar.



AMIIN.. (tambahan  dari saya, he he..)



17.  Pemain terburuk Spanyol saat ini adalah pemain terbaik Liga 
Inggris



Memang  bukan terbaik sih, tapi setidaknya adalah salah satu dari yang 
terbaik.



Dan  kalau yang terburuk saja sudah sebagus itu, maka sebagus apakah
pemain2  lainnya?



Cesc  Fabregas (pemain terburuk itu) memang belum memenangkan Apapun
untuk Spanyol.  Tapi suatu saat dia pasti akan melakukannya.



*Amiin..



18.  (Sampai saat tulisan dibuat) Spanyol sudah menjalani 14 partai
tanpa kalah –



(sampai  perempat final kemarin berarti sudah 20 game tanpa kalah, 14 +
4 partai  penyisihan, + 2 partai friendly vs Peru dan  Amerika)



Semua  itu terjadi dalam rentang waktu 1 tahun dan 6  bulan.

Jumlah  game tanpa kalah yang lebih banyak dari Brazil.

Lebih  banyak dari Italia. Lebih banyak dari Prancis, dan lebih banyak
dari  Jerman.



Kenyataannya,  lebih banyak dari tim manapun di dunia ini.



Lebih  lagi, semua hasil tanpa kalah itu diraih termasuk dengan
mangalahkan Prancis,  Italia, Argentina, dan Inggris. Tiga tim  hebat
(he he..).



19.  Mereka punya pemain dengan kemampuan diving yang  bagus.



Memang para pemain  ini ada di bangku cadangan, tapi saat Spanyol butuh
Plan B, lihat betapa  mudahnya David Villa, Luis Garcia dan Diego Capel
mendapatkan penalty dengan  berputar, berguling, dan jatuh (hi hi..).



Untuk soal diving  ini, Torres, Ramos, dan bahkan Puyol juga nggak
jelek-jelek amat  J



Ramos bisa melakukan  "header sky dive", atau lihatlah Puyol si
"orang kuat" dalam ekspresi  kesakitan..



Juara Olimpiade Greg  Louganis aja sih nggak ada apa-apanya dibanding
anak2 ini J



20.  Tim ini paham bagaimana menendang pinalti



Dan kita sama-sama  tau betapa pentingnya kemampuan yang satu ini.

Torres memang pernah  gagal mengambil pinalti saat di Atletico tapi
sekarang dia sudah semakin  bagus.

Sementara David  Villa, Marcos Senna, dan Xavi Hernandez sangat jarang
– atau malah tidak pernah  – gagal dalam menendang pinalti.



(bener juga,  terbukti kan  waktu lawan Italia).



21.  Mereka bisa bermain dengan banyak macam gaya



Kalau  mereka butuh Plan B – selain yang bergulingan di kotak
pinalti itu – mereka juga  bisa mengganti formasi dari 4-3-3 ke
4-4-2 tanpa canggung dan langsung memainkan  winger-winger paling lincah
dan skillful. Seperti Diego Capel, Albert Riera, dan  Joaquin..



(ternyata  yang dipanggil adalah David Silva dan Santi Cazorla –
winger yang bagus  juga)



22.  Mereka punya David Villa



Striker  yang membuat Cannavaro seperti orang bodoh saat terakhir kali 
Valencia melawan Madrid.

Striker  yang membuat Cannavaro seperti orang bodoh saat terakhir kali
Spanyol bertemu  Italia – mencetak gol lewat tendangan voli.



Dan  seorang Striker yang akan membuat Cannavaro seperti orang bodoh
saat mereka  bertemu di perempat final nanti – yang tentu saja akan 
terjadi..



(hebat,  tau aja ni orang)..



23.  Mereka didukung oleh seluruh negri. Pada kenyataannya, sembilan
negara mendukung  mereka



Ada Spanyol, tentu  saja, itu satu.

Kemudian ada Negara  Basque (diwakili oleh Xabi Alonso); Catalunya
(Xavi, Capdevilla, Puyol,  Fabregas); dan Brazil, diwakili oleh Marcos 
Senna.

Jumlahnya jadi  empat.





Kemudian, promosi  dari Sky Sports, yang menjagokan Spanyol menjadi
juara, sama artinya dengan  negara-negara Irlandia, Irlandia Utara,
Inggris, Skotlandia, dan Wales mendukung  Spanyol.

Jadi semuanya ada  sembilan negara.



Sembilan negara  mendukung Spanyol!

Mana ada tim lain  yang mendapat dukungan sebanyak ini? J



24.  Uang



Ada hadiah 648,000 Euro  per pemain kalau mereka jadijuara.






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke