"Turki bermain hebat, tapi mentalitas juara Jerman lah yang memenangkan 
pertandingan!" 

dear Sari and Krishnan..

Waktu para pemain memasuki lapangan Sar, sekali lagi gw melakukan hobi baru 
kita: membaca aura para pemain. Sms pertama gw ke lo: "Ballack akeeepppp... 
wajah Lehmann terlihat 'terang' kayanya pertanda baik neh.. Jerman bisa menang 
3-1 ga ya? hehehe..."

Ada sesuatu yang baru (or gw br liat?) dari pertandingan piala eropa semalem, 
saat hendak mulai tanding sang kapten tim msg2 membacakan sesuatu, yang kira2 
isinya gini (versi Ballack ya):
"Bersama ini kami sampaiken kepada fans tercinta kami yang bernama Indah 
Kolorwati binti Kathok-ono.. Kami sekali-kali tak aka mengecewakenmu. Duduklah 
dengan manis, tetep berdoa buat tim kami. Dan kemenangan kami (jika terjadi) 
kami persembahkan untukmu, sayang....cup cup waaoooowww..."

Jangkriiiiiiikkkkk.... pertandingan semalem heboh banget, layak jadi laga 
Final, tapi badai di atas langit sono lebih dahsyat lagi. Hingga tontonan yang 
mestinya memacu adrenalin kita (tidak untuk para fans yg timnya udah mudik ya) 
jadi BENER2 MENYEBALKAN!!!! Kita mesti nonton siaran ulangan di Global jam 
8.30pm nih.

Pertandingan berjalan 22" ketika Boral menjebol gawang Lehmann, bola muntahan 
yang mengenai mistar gawang. bener2 susah untuk diselamatkan, karena jarak 
terlalu dekat. Hadoh!!!! Kebobolan dulu neh... 

Tapi keunggulan Turki tak bertahan lama, 4 menit kemudian Schweini membalas 
dengan gol deja vu gol 1 Jerman ke Portugal. Persis. umpan manis dan mateng 
dari Podolski jatuh di kaki si rambut putih itu. Kali ini cuma disontek aja. 
Gol.

Turki maen gila. Yang katanya tim ini cuma sisa2 kekuatan yang apa adanya tapi 
mereka bermain dengan bagus sekali. Lapangan tengah dalam kekuasaan mereka 
selama 45". Ballack mati. Dikepung pemaen Turki se RT. 
Dan gw setuju ama lo Nan, mestinya segera diturunin tuh si Frings untuk 
ngebantu dia. Sementara gw uda mulai sebel liat ulah Klose. Untung Joachim 
paham, di babak ke2 Frings langsung maen dari detik pertama. 

Masih di babak 1 ketika sms dari kakak gw masuk: "Jerman layak kalah kalo maen 
sperti ini.." 
Gw bales di tengah helaan nafas berat (gw juga uda mo kena serangan jantung 
kok): "Lapangan tengah gak kerja baik. Tapi gw optimis Jerman menang!!!"

Babak pertama selesai dgn skor 1-1. Begitu masuk ke babak ke2, ini neh... 
bencana bukan dateng dari tim Turki tapi badai di langit yang membuat siaran yg 
di relay dari satelit mati-idup berkali2. Hadoh. anti klimaks deh...padahal 
pertandingan sendiri bener2 sangat layak untuk dinikmati secara live. Gw bilang 
partai ini ibarat Final aja. 

Jadilah kita2 kaya orang bego nonton 2 komentator ngoceh2. dan... tiba2 datang 
lah sebuah kabar:: skor 3-1 untuk Jerman! (whoaaaaa!!!! gw langsung GR. 
tebakanku bener dong?), gak lama gambar nongol lagi... terlihat close up para 
suporter Turki pada loncat2 kegirangan. Hloh?!????? Emang mereka skrg mbelot 
membela Jerman???? Ternyata... oh ternyata... skor 2-2, Turki habis saja 
menyamakan kedudukan (Senturk 86") setelah Klose bikin gol 2 utk Jerman di 
menit 79. 

Jangkriiiiiiiikkkkk.... JANGAN SEKALI2 KITA PERCAYA AMA YANG NAMANYA GOSSIP!!! 
even itu dibilang sama komentator resmi. 3-1...???? 3-1 dari hongkong????? 
Kita2 kena tepu dah... 

After that, sekali lagi sodara2 siaran mokat lagi. Hmmmm. Bagoooosssss... 
bagooooosssss. 
But, thx God, di tengah siaran yang "hidup enggan mati pun ogah" itu, kita 
disuguhi dessert (hidangan penutup) nan manissssss sekali dari si mungil semut 
pekerja Jerman nan rajin: Philipp Lahm (doi di babak 1 sempet diganjal di ujung 
kotak pinalti, tapi wasit yg aneh nyuekin aja kejadian itu). Memang takdir 
harus begitu: Lahm harus mempersembahkan 1 gol untuk Jerman!
Gol yang tercipta di menit 90 itu membawa Jerman ke Final. Selangkah lagi 
Jerman, selangkah lagi.... 

Ekspresi yang terpancar dari tim Panzer sangat sangat happy. Seolah mereka 
telah meraih trophy kejuaraan ini. Mereka memang patut merayakannya, karena 
dengan susah payah akhirnya bisa lolos dari lubang maut yang diciptakan tim 
"masa depan" Turki, yang selalu maen all out, pantang nyerah, penuh kerja keras 
dan tanpa beban. Don't be sad, Turkey. kalian punya masa depan yang cerah.. 
Kalian bermaen hebat sekali. Mental seperti ini yang seharusnya dimiliki tim2 
laen kalo mo jadi juara.

This is a happy ending story for Die Nationalmannschaft! Bravo Schweini! Lo 
tokoh sentral di pertandingan semalam. Tanpa gol lo, Jerman mungkin gak akan 
bisa mencapai Final. 


-end-




----- Original Message ----
From: omar <[EMAIL PROTECTED]>


gak tau kalo di kawasan lain, siaran TV disini terganggu beberapa kali, gak 
ngliat langsung gol2 di babak kedua, bener2 menganggu kenimatan menonton, 
hilang gitu dag-dig-dugnya karena keburu ngliat livescore.

Turki, bener-bener nih, main dengan materi pemain pas-pasan karena cedera dan 
akumulasi kartu, masih mampu dominan. istilah yg pas, kalah terhormat.

buat jerman, lagi-lagi maju ke final turnamen besar.
rekor panzer di Piala Dunia, maju ke final 7 kali (juara 3 kali tahun 54, 74, 
90, runner up 66, 82, 86, 2002).
di piala eropa ke final 6 (juara 3 kali thn 72, 80, 96; dua kali runner up 76 
dan 92; calon runner up 2008..hehehe. .)

Rusia atau Spanyol????. ....Spanyol !

-omar-

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke