kagem panjenengan mbak Fransisca: Mboten masyalah panjenenganipun nyerat ngagem
boso kuasaaarrrr pol2an, lha wong serat panjenengan mboten ditujuken kangge
kulo, towh?
tapi, my concern is: tidak semua orang bisa menerima "gaya bahasa" dari kita
gini2 gw seorang copywriter, jadi paham dengan yg namanya bahasa tulisan.
knapa kita gak mencontoh kejadian semalem sih? kita bisa perang di lapangan,
tapi di luar kita damai. seperti para suporter turki dengan jerman, mereka bisa
berhahahihi bersama loh..
masa kita disini gak bisa seh?
saran gw: anggep aja Don Rudy itu orang tua yang selalu menyukai tembang
kenangan, yang menurut dia semua kejadian selalu dikaitkan dengan kenangan masa
lalu.. (sedikit mengingatkanku akan film Jiffest tahun 2003: Good Bye Lenin)
heheheheee...
take it easy, darling...
jadikan hidup ini indah (gw dwooong..), jangan mencari seorang musuh tapi
buatlah semua orang ini jadi teman. maka dunia ini seperti pelataran surgawi.
Haleluya!!!!
kata lagu Sixpence None the Richer:
hug him like a brother...
kiss her like a sister...
dan menurut gw, memang sih kata2mu "agak" keras buat Don Rudy (baca: kasar)
peace yo mbak!
salaman dan cium pipi kiri kanan
cheers!
larasatilarepati
----- Original Message ----
From: Fransiska Ike <[EMAIL PROTECTED]>
Those who get offended by my way of talking, please accept my apology.
I didn't intend to offend you all.
@miss larasati: Here I am, talking on my regular accent. Do you really
think I am so damn impolite? ^^;
[Non-text portions of this message have been removed]