"Si Banteng Matador akhirnya menanduk si Kuda Hitam Beruang Merah dengan telak!"

dear Sari and Ewuin, my lovely friends..

[sori jika crita gw ini panjang] 
Semi Final 2 antara Spanyol vs Rusia tak seheboh Semi Final 1 antara Jerman vs 
Turki. Bisa kita lihat dari hasil skor yang pincang 3-0 untuk si Panjul 
kesayanganku. Ada apa dengan Rusia? Bener2 sebuah anti klimaks apa yang mereka 
berikan after kegagahan mereka yang menumbangkan Belanda 3-1 di perempat final 
lalu.

Mata gw menangkap serangan2 di lini depan Rusia terlihat kikuk sekali. 
Menyia-nyiakan perjuangan yang di lakukan dari lapangan tengah. Tak ada 
finishing yang berujung sempurna! (persis seperti yang lo bilang Win: Rusia 
memang runyam! Dan.. yeah, bener banget, Spanyol pantang main konyol) 

Spanyol maen impresif dan atraktif dari detik pertama. Meski babak 1 berakhir 
0-0, bukan berarti pertandingan itu berjalan membosankan dan jauh dari seru. 
Tidak sama sekali. Permainan memikat berhasil disuguhkan Iker Casillas dkk. 
Bagaimana mereka memanfaatkan lebar lapangan dengan maksimal, man to man zona 
markingnya yang berjalan lancar. Tak ada kejadian bola yang terlalu lama di 
bawah kaki seorang pemain. 

Sungguh, gw terpukau melihat bola yang selalu tertangkap dengan sempurna oleh 
kaki2 Senna, dan dalam hitungan hanya sekian detik dia langsung mengoper ke 
temen lain. Gw terpikat dengan kedisiplinan dan skill tinggi yang dimiliki 
Ramos. Si bongsor ini berada dimana-mana. Sebentar ikut nyerang di depan, tiba2 
dia udah ada di barisan belakang menghalau serangan Ramon Pavlyuchenko cs. 

Perjuangan Puyol yang tak boleh dianggap remeh. Bagaiamana hebatnya Silva 
menusuk pertahanan lawan setelah mencoba membuka ruang tengah. Iniesta yang 
bekerja sama dengan penuh juang. Meski Torres seorang yang tak memiliki 
keberuntungan untuk membobol gawang malam itu, babak 1 yang tak menghasilkan 
gol tetap memberikan sajian yang menawan. 

Babak ke2 baru berjalan 5 menit ketika Xavi Hernandez berhasil menyelesaikan 
umpan silang Iniesta. Gol pertama untuk Spanyol!!!!
Gol ke 2 Spanyol lahir dari kaki Guiza yang menggantikan Torres di menit 73. 
Prosesnya adalah bola di bawa Ramos (yang di babak 1 sempet dengan egois 
beberapa kali nge-shot sendiri ke gawang Rusia, akhirnya dia tobat juga bahwa 
peran dia gak disitu) diterusin ke Fabregas yang ada di luar kotak pinalti, 
dengan cool tanpa menggerkan tubuh, cuma kaki kanan doang yang kerja, si imut 
ini kasih assist ke Guiza dan… Goooolllll!!!!! 2-0 buat el Matador. 

Gol pamungkas Spanyol terjadi di menit 82 (setelah Rusia di bombardir terus2an 
sejak gol 1 tercipta) dengan aktor utama tak lain tak bukan ya si Fabregas lagi 
lah.. assist dia lagi yang membuat gol ke3 itu lewat finishing Silva. 3-0 jek 
buat Spanyol, tim yang kata David gak ada secuil ujung kukunya Italia ini!!!! 

Man of the Match tercatat Cesc Fabregas, tokoh sentral yang mengatur serangan2 
berbahaya Spanyol di daerah rawan Rusia. Dia “cuma” pemain pengganti david 
Villa yang terpaksa ditarik keluar di menit 34. Pemain briliyan kaya gini 
dibilang MEDIOKER sama penghuni milis ini????? (gw ga usah nyebut nama lo deh… 
koreksi sendiri tuh komentar lo yang KACAU BALAU KACRUT!). dua kali fabregas 
membawa kemenengan Spanyol. Dan itu bukanlah NOTHING! Tidak bisa dilakukan oleh 
pemaen biasa2 aja (baca: ecek2). 

Kesimpulan gw: Spanyol tampil COOL. Pertahanan COOL. Asssist2 Fabregas it’s 
very COOL (baca dg gaya Cinta Laura). Gol-golnya COOL ABEZZZZZZ!!!!! 
Gimana gak cool, lha wong maennya aja di bawah curahan hujan!!!! 
Gimana Rusia gak maen runyam, lha wong mereka maennya sepanjang 90” itu cuma 
bercanda doang… just kidding mulu (baca Guus Hiddink). Hawhawhaw… 
Udah pernah dihajar 4-1 kok gak kapok2 yaaaaa…. Cuciaaaaaaannn dweeeh looooo!!! 

Win, gw setuju ma lo kalo Piala Eropa kali ini menyuguhkan Final Ideal (baca 
Final Impian gw). Sebab, 2 tim yang masuk final telah membuktikan bahwa mereka 
adalah tim yang paling siap: memiliki mental teruji, strategi jitu dan kesiapan 
pemain (skill) yang hampir merata di semua lini. 

Jerman & Spanyol adalah tim yang telah “jadi” yang dibangun dengan keseriusan 
seorang pelatih. Mereka bukan tim DEBUTAN yang hanya memberi kejutan sesaat 
untuk kemudian meredup oleh kelemahan sendiri. 2 tim ini memilki histori 
panjang di dunia persepak bolaan, bukan tim abal2 yang dibuat dalam kurun waktu 
4-8 tahun! 

Maka, laga Final nanti Win, gw (begitu juga lo) berharap akan mendapatkan 
tontonan yang menarik dan patut disebut tanding pamungkas mencari juara. 
Terlepas negara mana yang jadi juaranya, gw ga ambil pusing (toh, dua2nya tim 
favorit juara gw!) karena tentu saja: MEREKA ADALAH TIM YANG LAYAK dengan 
predikat juara setelah meninggalkan para korban yang berjatuhan. Jerman or 
Spanyol, bagi gw mereka telah menjuarai turnamen ini.

Goooo Ballack!!!! Gooooo Poldi!!!!! Goooooo Schweini!!!!
Ayooooo Torres!!!! Come on Villa!!!!! Rock on Fabregas!!!!! 


Cheers!
http://larasatilarepati.blogs.friendster.com/


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke