“GOLDEN GOAL "SANG STRIKER MELEMPEM" YANG BIKIN RUSAK (bakal) PESTA KEMENANGAN 
JERMAN!” 

Dear Sari ‘n mbak Tri.. (yang tak brani melanjutkan nonton pertandingan final 
semalem)

Saat itu waktu menunjuk 1 am. Pertempuran blom lagi mulai, tapi sms2an kita 
udah seru banget yak! Kalo Sari (seperti biasaaaa) bahas ttg baca aura dan kaos 
tim: sapa yang menang neh? sedang sms madame Tri: “Aku udah mulai tegang nih 
nDah… mari kita berdoa untuk Jerman…” gw jawab: “Gw sih tenang aja, sapapun 
yang menang gak masalah karena semuanya favorit. Gw pasrah.” 
Sms selanjutnya langsung menohok hatiku: “Wah susah nih, jadi cm gue yang setia 
ama Jerman nih?” Gw jawab lagi: “Sekarang jaman modern, kita boleh aja punya 
selingkuhan!” hawhawhaw… 
Gak mo kalah mpok Tri sms lagi: “Jadi loe mantep nih selingkuh?” hihihihiiii…. 
Gimana dong, soalnya yang terbaca di mata gw sejak hari minggu itu cuma 
tulisan: Jerman kalah. 


Gw ganti gangguin lo Sar: “Ah, gimana kalo juaranya Spanyol? Lo ga nangis tah?” 
(gw belom ngaku kalo udah posting imel minggu siang kmrn ttg SIAPA YANG GW 
JAGOIN JADI JUARA, sori, gw ga mo dianggep pengkhianat. Hehe..) Jawabmu: “Gpp 
juga, maennya mereka bagus n mrk dah nunggu 24th juga. Tapi hatiku ya buat 
Jerman.” (salah lo Sar, spanyol nunggu 44th! Karena mereka juara di tahun 1964) 
 
Gangguan gw selanjutnya ke kalian: “Penyanyinya orang spanyol woiiii.. Pertanda 
kah…? Wakakakakaaaa…” (tawa brutal)


Sms obrolan berlanjut saat para pemaen mulai nyanyi lagu kebangsaan:
Sms gw ke Sari : “Gmn? Uda baca aura? Gmn hasil? (Kalo gw): Fabregas + Iker 
“bersinar” tuh.. dibanding mas Ballack. Pake mati lagi (siarannya) tadi habis 
Ballack.” Haha! 
Trus buat m’Tri : “Prediksiku sih Spanyol juara. Tapi kalo Jerman yang menang 
gak opo2 bangetttt. Separo atiku milik mas Matt Damon eh Ballack cs. Dilema bgt 
dah. Aq ga mo atit ati.” (dan lo jawab: “sialan loe… jangan bikin gue panik 
dulu donk”) 


Partai final sebetulnya tak gak seru bgt (lebih seru semifinal masing2) apalagi 
buat pendukung tim Panzer. Jerman menyuguhkan permainan menyerang dari menit 
awal tapi cuman bertahan sampai ¾ babak 1. Spanyol lebih lambat mendapatkan 
ritme permainan. Berkali2 daerah pertahanan Spanyol terancam. Namun, seperti gw 
bilang ke kalian semua: kiper dan pertahanan Spanyol lebih bagus. Dan Jerman, 
seperti yang sudah2, saat keasikan nyerang suka lupa daratan dengan daerah 
belakang mereka. Kesalahan yang selalu sama. 


Gol yang terjadi di menit 33 oleh Torres dengan aksi solonya itu pun merupakan 
serangan balik. (sms gw ke kalian: “maap, gol dulu ya my yayang Torres”). 
Setelah Torres sukses mengecoh 3 bek dan 1 kiper Jerman, dengan tendangan agak 
melambung (karena harus melewati badan Lehmann yang terkapar di tanah) yang tak 
terlalu keras, bola itu bergulir pelan dan pasti ke dalam gawang. GOL!!!! 


Akhirnya striker yang di cap melempem oleh para milis bola disini justru 
membawa kemenangan buat Spanyol. Haaa! Tercatat hanya Philipp Lahm yang tetep 
ngotot mo menghentikan aksi tunggal Torres itu. Mau tahu sapa yang kasih assist 
ke Torres? Fabregas coy! Sebelumnya, di menit 22 sundulan kepala Torres nyaris 
aja membuahkan gol, sayang terbentur di pilar gawang Lehmann. 


Duel di lapangan tengah dalam laga semalem berhasil dimenangkan Spanyol dengan 
gaya khas mereka: serobot bola dengan curian2 yang pintar. Pertandingan sempat 
terinterupsi pertikaian antara Puyol vs Ballack hingga menghasilkan kartu 
kuning buat mas kapten.


Spanyol memang layak menang, mereka maen lebih bagus, lebih disiplin, ulet, 
rajin plus skill yang merata. Meski kalah ukuran badan (lihatlah, setiap 
tendangan sudut mereka jarang memberi tendangan lambung, percuma juga, karena 
gak bakal menang duel di udara!) tapi mereka justru memiliki keuntungan: 
kelincahan yang berbanding terbalik dengan kelambanan pergerakan Jerman yang 
berbadan lebih besar. Cecar musuh dengan bola2 pendek. 


Ramos dan Xavi bermaen apik banget. Mereka mobile dan rajin mencari peluang. 
Silva? Dia oke dengan bola2 serobotannya di tengah. Iniesta juga pejuang yang 
pantang menyerah, meski badan mungilnya sering terpelanting membentur para 
tembok berlin itu! Gw sempet merisaukan formasi yang mengharuskan Torres 
sendirian di depan, apa ga salah nih? Tapi dia mampu menjawab keraguan gw 
dengan okeh beibeeehhhh… good job, kid! 


Pada dasarnya Spanyol (baca Aragones) tak terlalu mementingkan seorang bintang 
di tengah timnya, karena dia memaksimumkan semua pemaen dengan baek. Semua lini 
memiliki kekuatan yang merata. Tak ada yang tidak kontributif terhadap 
permainan. Semua orang menjadi penting. Tak terkecuali Iker Casillas. Ataupun 
Xabi Alonso yang mengganti Fabregas di menit 62 dan Cazorla yang menggantikan 
Silva di menit 65.


Di babak 2 sempat terjadi insiden kembali. Silva berantem dengan Poldi. (dasar 
juga anak muda, selalu sulit ngekang emosi) smp2 Silva jedotin dahinya ke jidat 
Poldi. Wasit? Cuek ajeeeeee…. Gile lu ye! Ballack juga berapa kali terpancing 
emosinya dan kerap protes. 


Gw lihat, serangan-serangan yang dibangun kubu Jerman tak seberbahaya yang 
dilakukan Spanyol. Cuma beberapa kali saja yang bener2 nyaris mengancam gawang 
Iker. Salah satunya tendangan Ballack yang tipis di sisi kanan tiang gawang 
Iker. 


Well, pesta udah usai. Spanyol menyelesaikan tugas dengan amat baik. Mereka 
patut memenangkan turnamen ini. Sungguh sebuah kenang2an yang manis dari opa 
Aragones yang tak akan lagi memegang timnas La Furia Roja. Momentum yang 
berharga untuk membangun kembali moral Spanyol yang sempet tercerai berai 
kehilangan keyakinan diri, dan mematahkan kutukan bahwa Spanyol tak pernah 
lolos ke semifinal sejak menjadi finalis PE 1984. 


Buat para fans tim laen yang merasa “tidak terima” dengan final Jerman x 
Spanyol, dan merasa tim lain yang lebih layak tampil di partai puncak ini 
(jangan naif dong, terimalah kekalahan dengan lapang dada, introspkesi diri, 
dan mungkin sebaiknya kalian mencari tim lain untuk di jagoin), gw cuma mo 
bilang: Spanyol sangat layak menjadi juara! Banyak sekali alasannya, tapi gw 
cuma mo bilang salah satunya: mereka tampil konsisten sejak babak fase grup: 
tak terkalahkan. Bukan itu saja, mereka bahkan tak terkalahkan dalam 21 
pertandingan terakhir!!!! Ini membuktikan bahwa Luis Aragones boleh uzur 
usianya (nyaris 70 th), tapi untuk urusan strategi dan taktik beliau jauh dari 
uzur jek!!! Liat aja, dia sangat brani memenuhi timnya dengan anak2 muda. Dan 
hasilnya? Sebuah tropi juara eropa! Mata kita terbuka kan bahwa Spanyol tak 
lagi tim yang tak ada seujung kuku pun dengan Italia! hahahahaaaa... 


(Sementara kalian berdua udah jadi sleeping beauty… gw menikmati tiap detik 
pertandingan dengan santai sambil menyelesaikan tulisan ini)



Muuaaaahhh… muaaaaahhhh untukmu seorang, my el Nino! Gak salah lo bikin gw 
selingkuh! Dududududududuuuuu…. 



*C U at World Cup 2010 pals. 



Cheers!
http://larasatilarepati.blogs.friendster.com/ 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
==========================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke