Masa Depan Piala Eropa Bagaimana Euro 2012 dan 2016? GETTY IMAGES<http://bolaeropa.kompas.com/read/xml/2008/06/30/08371866/bagaimana.euro.2012.dan.2016#> PIALA BARU - Euro 2008 akan memperebutkan piala baru. Piala tersebut bertinggi 60 cm dan beratnya 8 kg. Piala tersebut bentuknya sama dengan piala lama dan tetap dinamai Henri Delaunay. *Artikel Terkait:* Senin, 30 Juni 2008 | 08:37 WIB
Piala Eropa 2008 telah berakhir Senin dini hari WIB tadi dengan digelarnya final Jerman versus Spanyol di Vienna, Austria. Sehari sebelumnya Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa Michel Platini menggelar jumpa pers di Media Center Stadion Ernst Happel membahas masa depan Piala Eropa. Dialog semula berjalan gayeng, tetapi kemudian memanas ketika ada wartawan menanyakan optimisme Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menggelar Piala Eropa 2012 tepat sesuai jadwal. UEFA telah menunjuk dua negara, Polandia dan Ukraina, sebagai tuan rumah Piala Eropa 2012. Dua negara Eropa Timur itu menyisihkan dua pesaing, Italia dan Kroasia-Hongaria, April 2007. Platini awalnya enggan mengomentari pertanyaan itu. Ia sadar, itu topik sensitif dan bisa mengundang perdebatan panas. Maklum, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kesiapan dua negara itu untuk menggelar hajatan olahraga terbesar di muka bumi setelah Piala Dunia dan Olimpiade itu. Sebagai tuan rumah, Polandia dan Ukraina harus menyiapkan berbagai infrastruktur, mulai dari stadion, jalan raya, jalur kereta api, dan bandar udara, sesuai dengan standar UEFA. Ribuan kilometer jalan raya, stasiun kereta, bandara, dan moda transportasi yang dibangun era Uni Soviet harus dimodernisasi sekelas negara Eropa Barat. Jangankan infrastruktur pendukung transportasi, untuk stadion yang menjadi panggung utama turnamen pun, Ukraina dan Polandia masih keteteran. Pembangunan Stadion Olimpiade di Kiev, Ukraina, untuk partai final Piala Eropa 2012 saja cukup rumit. Sesuai dengan rekomendasi UEFA, pusat perbelanjaan dekat stadion itu harus diruntuhkan. Pembangunan stadion di Warsawa, Polandia, bakal calon tempat partai pembuka, bahkan belum dimulai. Ketidaksiapan dua negara tuan rumah Piala Eropa 2012, seperti terlihat saat ini, terus memicu spekulasi dialihkannya status tuan rumah itu ke Italia, Jerman, dan Skotlandia. Hal itu pula yang dilontarkan wartawan Italia dan langsung ditegaskan Platini bahwa masalah itu akan diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif UEFA di Bordeaux, 25-26 September mendatang. Situasi bertambah "panas" dan menjadi seperti "perang kepentingan" ketika wartawan Ukraina mempersoalkan, "Kenapa begitu banyak rumor saat negeri Eropa Timur mendapat jatah tuan rumah?" Perang Dingin telah lama berlalu, tetapi sore itu seperti mencuat kembali di Vienna. Dari 13 Piala Eropa yang telah digelar, termasuk Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss, memang baru sekali negara Eropa Timur kebagian jatah menggelar Piala Eropa, yakni Yugoslavia tahun 1976. *24 tim peserta* Satu perkembangan lain adalah soal rencana UEFA menambah peserta putaran final Piala Eropa dari 16 tim saat ini menjadi 24 tim. Format 24 tim akan mulai berlaku untuk Piala Eropa 2016. Masalah ini disorot karena dinilai akan memengaruhi kualitas turnamen. Meski hanya mempertandingkan tim-tim sepak bola Eropa, turnamen ini dinilai banyak kalangan sebagai paling atraktif dan kompetitif, bahkan melebihi Piala Dunia. Di Piala Eropa tidak jarang tim-tim favorit tumbang sejak awal dan tim-tim underdog lebih bertahan lama. Terlepas dari apakah kualitas meningkat atau menurun, yang pasti keuntungan yang diraup UEFA bakal melonjak jika peserta Piala Eropa digemukkan menjadi 24 tim. Keuntungan penjualan hak siar televisi, pemasukan sponsor, penjualan merchandise, tiket, dan lain-lain bertambah. Dengan 24 tim, pertandingan jelas bertambah banyak. Jika dagangan bertambah, kian besar pula keuntungannya. Piala Eropa 1960 hingga 1976 hanya diikuti empat negara. Tahun 1980 peserta menjadi delapan tim dan 1996 menjadi 16 tim. Jika format 24 tim itu jadi diputuskan dalam rapat UEFA di Bordeaux, September nanti, berarti hampir separuh negara anggota UEFA (53 negara) akan lolos putaran final Piala Eropa 2016. Apakah hal ini kompetitif? *(Mh Samsul Hadi dari Vienna, Austria)* [Non-text portions of this message have been removed]
