Indah ga indah.. teteup aja dia yg ngebahas MotoGP disini.. *lhoo.... :p Bagaimanapun proses golnya, estetikanya, de el el.. yang pasti sang JUARA DUNIA itu udah dikalahkan ama ESPANA, pecundang banget ga sih?? udah gitu pelatihnya dipecat pulak..
Forza ARGIE !! On Mon, Jun 30, 2008 at 5:55 PM, meidian_abraham <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Gol untuk menjadi juara dan gol indah adalah 2 hal yang berbeda.. > > Gol yag berarti (decisive goal) tidak selalu indah, malahan hampir > selalu tidak indah, > sementara sebaliknya, gol indah hampir selalu bukan decisive goal. > > Putra Indonesia, Widodo C. Putro, juga pernah membuat gol indah, tapi > toh Indonesia nggak ke mana-mana. > > Di tingkat dunia, > gol pembawa Jerman menjadi juara Dunia 1990 (penalti Brehme), gol Brazil > di Final WC 1994 (penalti semua) atau gol pembawa Italia juara dunia > 2006 (semuanya pinalti) memangnya ada yang indah? > Toh mereka semua adalah juara Dunia. > > Di tingkat Eropa, > golnya Yunani saat menang 1-0 vs Portugal di Final Euro 2004 juga bukan > gol indah, tapi sebagai pembeda antara peraih gelar dan pecundang > (istilah Rudy, hi hi). > Atau gol-2 Denmark di final Euro 1992 yang mengalahkan Jerman 2-0, nggak > ada satupun yang orang inget seperti apa dan proses terciptanya gimana. > > Tapi yang diingat kemudian adalah Denmark dan Yunani adalah juara Eropa, > meninggalkan Jerman dan Portugal sebagai pecundang Eropa (pada saat > itu). > > So, > untuk apa memperdebatkan 2 hal yang memang nggak akan ada hubungannya? > > Ya toh.. > > Yang jelas dan obyektif adalah: di partai final Euro 2008, Fernando > Torres mencetak gol tunggal, gol kemenangan timnya, dan kemudian > terpilih menjadi "Man of The Match"..! > > As simple as that.. :) > > . > > > -- La Comunita' dei Tifosi Milan nel Indonesia [Non-text portions of this message have been removed]
