Selasa, 01 Juli 2008 08:29
Tim Terburuk Euro 2008 | kabarbola.com

Mereka dipilih berdasarkan kesalahan atau kegagalan yang dilakukan yang
mengakibatkan kesebelasan yang dibelanya mendapatkan hasil buruk. Pemain
yang terpilih adalah:

Kiper: Antonio Nikopolidis (Yunani)

Kiper ini adalah salah satu pahlawan Yunani ketika menjadi juara tahun 2004.
Kemampuan dan kematangannya di bawah mistar tidak perlu diragukan. Sayang,
di Euro 2008 ini pemain berusia 37 tahun membuat kesalahan fatal. Entah apa
yang membuatnya keluar meninggalkan sarangnya mengejar bola yang masih bisa
dihalau bek Yunani. Nikopolidis pun kalah cepat dengan kapten Rusia Sergei
Semak yang langsung mengirim umpan kepada Konstantin Zyryanov yang tanpa
kesulitan menceploskan bola ke gawang kosong. Yunani kalah 1-0 dan
tersingkir dari Euro 2008.

Bek Kanan:Pawel Golanski (Polandia)

Secara mengejutkan pelatih Jerman Joachim Loew tidak memasang Lukas Podolski
sebagai striker, tetapi sebagai gelandang sayap kiri. Eksperimen Loew
membuahkan hasil karena Podolski berhasil mencetak dua gol. Keberhasilan
eksperimen ini adalah lemahnya bek kanan Polandia Pawel Golanski dalam
menjaga Podolski.

Bek Kiri: Eric Abidal (Prancis)
Menjadi eksperimen di partai menentukan melawan Italia membuatnya canggung.
Abidal yang biasa menjadi bek kiri dipasang menjadi bek tengah. Hasilnya,
pemain Barcelona itu menekel striker Italia Luca Toni dari belakang di dalam
kotak penalti. Italia mendapat penalti, Prancis mendapat kartu merah.
Hasilnym kemudian sudah bisa ditebak, Italia menang, Prancis pun angkat
koper

Bek Tengah: Petter Hansson (Swedia)
Awalnya pemain Rennes ini membuat pujian karena mampu mencetak sebuah gol
ketika Swedia menundukkan juara bertahan Yunani 2-0. Kesalahan fatal yang
dilakukannya adalah lengah mengawal striker Spanyol David Villa di
menit-menit akhir. Swedia pun akhirnya kalah 1-2. Performa Hasson semakin
memburuk saat menghadapi Rusia karena tidak mampu menahan striker Roman
Pavlyuchenko

Bek Tengah: David Rozehnal (Ceko)
Kesalahan fatal yang dilakukan pemain Newcastle ini adalah gagal memasang
jebakan offside ketika Turki sedang melakukan serangan balik. Nihat akhirnya
lolos untuk menjebol gawang Petr Cech. Ceko yang sempat unggul 2-0 akhirnya
harus kalah 3-2 serta gagal lolos ke perempat final.

Gelandang: Valon Behrami (Swiss)
Sebagai pemain berpengalaman dan bermain bersama Lazio di Serie A Italia,
Valon Behrami adalah harapan bagi Swiss. Sayangnya, sukses Behrami tidak
tertular di Euro 2008.

Gelandang: Fredrik Ljunberg (Swedia)
Dipercaya menjadi kapten menggantikan Olof Melberg justru membuat penampilan
Ljunberg tidak lepas. Aksi individu yang sering diperagakannya di Liga
Inggris sama sekali tidak terlihat sepanjang turnamen Euro 2008. Ljunberg
gagal memimpin rekan-rekannya tampil lebih baik

Gelandang: Andreas Ivanschitz (Austria)
Sebagai kapten dan playmaker Andreas Ivanschitz diharapkan dapat mengangkat
moral kesebelasan Austri saat berjumpa Jerman dalam partai hidup mati
memperebutkan tiket ke perempat final. Tapi, apa yang dilakukannya di
lapangan justru membuat Austria meradang. Tekel yang dilakukannya terhadap
Philip Lahm menghasilkan tendangan bebas yang dengan sempurna dieksekusi
Michael Ballack. Austria kalah dari Jerman dan gagal melaju ke perempat
final.

Gelandang:Franck Ribery (Prancis)
Disebut-sebut akan menjadi pengganti Zinedine Zidane, faktanya Ribery gagal
mengangkat permainan tim Prancis. Dia senasib dengan rekan setimnya di
Bayern Muenchen. Sama-sama bersinar di klub, tetapi melempem sepanjang Euro
2008.

Penyerang: Adrian Mutu (Rumania)
Mengapa Mutu? Striker Fiorentina itu gagal mengeksekusi penalti ketika
melawan Italia. Tendangannya berhasil diblok Gianluigi Buffon. Padahal, Mutu
adalah spesialis bola-bola mati, namun mungkin hari itu adalah hari paling
sial dalam hidup Mutu. Kalau Mutu berhasil, Rumania yang mendampingi Belanda
lolos ke perempat final.

Penyerang: Luca Toni (Italia)
Datang dengan predikat sebagai top skor Bundesliga, Luca Toni diprediksi
akan menjadi salah satu bintang Euro 2008.Nyatanya, tidak satu gol pun yang
bisa dicetak striker berjuluk "Tonigol" tersebut. Mandulnya Toni menjadi
salah satu penyebab Italia gagal ke semifinal

Cadangan:
Petr Cech (Ceko)
Lilian Thuram (Prancis)
Marco Materazzi (Italia)
Angelos Basinas (Yunani)
Mario Gomez (Jerman)

Pelatih: Raymond Domenech (Prancis)

Sejak awal Domenech telah mengambil keputusan yang aneh dengan tidak
memanggil striker Juventus David Trezeguet dalam skuad Prancis. Keanehan
yang berikutnya adalah tetap menurunkan pemain-pemain yang sudah uzur
menjadi pemain inti. Puncaknya adalah ketika Prancis harus memenangkan
pertandingan melawan Italia agar lolos ke perempat final. Eric Abidal yang
biasa bermain sebagai bek kiri digeser ke bek tengah mengambil posisi
Thuram. Penempatan Abidal sebagai bek tengah boleh dibilang sebagai
eksperimen alias coba-coba. Sebab, Domenech belum pernah menempatkan bek
Barcelona itu sebagai centre back. Di klubnya pun, Abidal adalah seorang bek
kiri murni. Abidal akhirnya gagal mengantisipasi umpang Pirlo kepada Toni di
menit ke-25. Mantan bek Lyon itupun terpaksa mengganjal Toni dari belakang
yang membuatnya diusir wasit dan Prancis diganjar hukuman penalti. Bermain
10 orang dan ketinggalan 1-0, Prancis bisa apa? Bukannya mampu membalas,
malahan gawang Coupet kembali dibobol Danielle De Rossi. Eksperimen Domenech
mengantarkan Prancis ke kuburan.

Pola:4-4-2
Kapten:Andreas Ivanschitz (Austria)

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke