good, the King of Clay akhirnya jebol juga jadi juara Wimbledon!
bravo Espana!!!!!
cuma, gw ga suka ama hasil di sesi cewe. Venus lagi.. Venus lagi. gw tadinya
udah berharap ada kejutan yg berlanjut (dari petenis Cina) tuh.. ternyata
takdir berkehendak lain, Williams bersodara terlalu kuat buat para lawan.
cheers!
----- Original Message ----
From: Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]>
kalo kemaren banyak orang bilang tahun berakhiran 8 adalah tahun
belanda, maka menurut gw tahun 2008 adalah tahunnya Spanyol :) :)
bravo espana
============ ========= ========= ========= ========= ====
Dramatis, Nadal Juara Wimbledon
Kris Fathoni W - detikcom
Wimbledon, Butuh lima set, dua kali penundaan akibat hujan dan
pertandingan yang berjalan nyaris lima jam untuk menentukan juara
Wimbledon. Bak sebuah drama nan menegangkan, Rafael Nadal keluar
jadi pemenang dengan menundukkan juara bertahan Roger Federer, 6-4,
6-4, 6-7 (5-7), 6-7 (8-10) dam 9-7.
Pertandingan, Minggu (6/7/2008), yang resmi tercatat sebagai final
tunggal putra dengan durasi terlama, mengalahkan rekor 28 tahun lalu
di Wimbledon, itu bergulir menegangkan selama empat jam dan 48 menit
dan pasti akan tercatat sebagai salah satu partai klasik.
Nadal meraup keunggulan di dua set awal, tapi Federer melakukan
comeback cemerlang di dua set berikutnya. Lewat pertarungan ketat
yang banyak diwarnai deuce dan kejar mengejar skor, akhirnya Nadal
keluar dengan senyuman paling lebar dan jadi raja Wimbledon usai
menang di set kelima. Nadal kini jadi petenis putra Spanyol pertama
yang memenanginya usai Manuel Santana tahun 1966.
Kekalahan buat Federer mematahkan ambisinya merengkuh gelar keenam
beruntun di Wimbledon. Dia juga gagal melewati rekor Bjorn Borg
untuk jadi petenis Open Era pertama yang mencatatkan enam gelar
berturut-turut --keduanya sama-sama mengantongi lima gelar.
Kegagalan kian mengecewakan Federer yang belum pernah menjuarai
Grand Slam tahun ini, apalagi dia sudah dua kali kalah oleh Nadal di
final --Prancis Terbuka dan sekarang Wimbledon.
Buat Nadal, kesuksesan ini adalah yang pertama di Wimbledon. Petenis
Spanyol itu sebelumnya dua kali kandas di final dua musim belakangan
dari Federer. Ini sekaligus menegaskan kalau si Raja Clay Court itu
juga bisa berjaya di lapangan rumput, arena yang biasanya dikuasai
Federer.
Dalam pertandingan, Federer yang melakukan servis pertama kali dan
tidak menyia-nyiakan peluang tersebut untuk mengantongi poin
pertama. Namun Nadal bisa menyamakan kedudukan di game kedua bahkan
berbalik unggul 1-3. Federer lantas bisa memangkas ketinggalan jadi
2-3 dengan gaya: dengan servis, dia memberikan Love buat Nadal.
Susul menyusul kembali terjadi. Federer sempat kehilangan poin di
game kedelapan, tapi lagi-lagi Federer bisa memaksimalkan servisnya
di game kesembilan dan Nadal kembali harus puas dengan Love dan
Federer Express membuntuti dengan 4-5. Namun set pertama akhirnya
jadi milik Nadal. Setelah tiga kali mencapai set point pada posisi
deuce, Nadal mengunci kemenangan di set pertama dengan 6-4 usai
mengakhiri reli baseline.
Pada awal set kedua, Federer langgsung menggila. Nadal ditahannya
dengan Love untuk unggul 1-0. Federer terus melaju untuk unggul 3-0.
Nadal mencuri satu poin pada game keempat, namun Federer kembali
menjauhkan kedudukan jadi 4-1 lagi-lagi lewat Love Game. Nadal belum
menyerah dan terus mengejar dan bisa mengejar Federer di game
kedelapan set kedua untuk bikin kedudukan jadi 4-4. Di game
kesembilan, Nadal berbalik unggul. Dia bahkan mampu menutup set
kedua dengan kemenangan 6-4.
Ketatnya pertandingan kembali terjadi di set ketiga dengan Federer
unggul duluan. Sedikit kekhawatiran melanda ketika Nadal terpeleset
di game ketiga dan sempat mendapat perawatan walau dia masih bisa
melanjutkan. Federer kembali membuat Love Service Game lagi untuk
membuat dirinya unggul 3-2. Saat Nadal menyamakan kedudukan jadi 4-
4, awan mendung mulai menyelubungi langit. Guyuran hujan turun saat
Federer memimpin 5-4 dan pertandingan pun dihentikan.
Setelah satu jam lebih berlalu, matahari kembali muncul dan Nadal
bersiap melakukan servis. Pertarungan set ketiga ini akhirnya harus
ditentukan lewat tie-break, dengan Federer keluar jadi pemenang 7-6
(7-5). Secercah peluang buat Federer guna mempertahankan gelar.
Alotnya partai ini masih terus nyata tersaji di set keempat. Nadal
unggul duluan atas Federer walau keduanya lantas terus bersaing
ketat. Love-service game dibuat Nadal untuk bikin dirinya unggul 4-
3, tapi Federer kemudian bisa mengejar jadi 4-4, 5-5 bahkan 6-6. Tie-
break harus dilakukan.
Dari awal sudah terlihat kalau tie-break akan berjalan ketat, dengan
reli yang sudah langsung tercipta. Federer mencetak poin pertama,
tapi Nadal bisa membalikkan keadaan dengan unggul 4-1. Lewat
comeback sengit, Federer mengunci Nadal di angka 8 dan sukses meraih
set point dan mengunci kemenangan di set keempat ini dengan 7-6 (10-
8). Luar biasa!
Set kelima dimainkan. Kedua petenis sama-sama tampil ngotot. Federer
unggul dua kali dan dua kali pula Nadal menyamai. Sayang hujan
kembali turun di set kelima dan pertarungan luar biasa ini kembali
tertunda. Setelah sekitar 15 menit menunggu, laga menegangkan antara
Nadal kontra Federer dilanjutkan.
Federer kembali membuat Love Service Game untuk memimpin 4-3 atas
Nadal, yang langsung menjawab dengan kembali membuat kedudukan jadi
sama kuat usai memenangi deuce. Federer meraih kembali keunggulan 5-
4, tapi lagi-lagi bisa disamakan Nadal. Sang petenis Spanyol
berbalik di atas angin dan unggul 40-15. Tapi apa itu? Lagi-lagi
Federer bikin ace untuk memperkecil jarak, bahkan lantas bisa
memaksakan deuce. Game ini akhirnya jadi milik Federer dengan 6-5.
Kedudukan kembali sama kuat setelah Nadal menyamakannya jadi 6-6
dengan menahan Federer di angka 15. Keduanya kemudian kembali
menghasilkan deuce setelah pengembalian Federer menghantam net.
Federer akhirnya menutup dengan 7-6. Nadal kini berusaha menjaga
kans dan dia akhirnya berhasil melakukannya! Kedudukan sekarang jadi
7-7 di set penentu ini.
Deuce lantas hadir lagi dan dimenangi Nadal, walau sebelumnya
Federer sempat mengeluarkan ace, dan kini Nadal memimpin 8-7 dalam
pertandingan yang sudah berjalan 4 jam 41 menit. Di game setelahnya,
deuce hadir lagi dengan Advantage di Nadal. Dia melakukan serve dan
bertukar pukulan. Ow!! Bola pukulan Federer kandas di net. Nadal
jadi juara baru dan dia pun terjerembab bahagia di lapangan.
[Non-text portions of this message have been removed]