Istilah gw untuk pemain seperti ini adalah pivot point, alias metronome 
permainan.
Istilah ini biasanya gw pake untuk Max Ambrosini di Milan.
Max bisa merebut bola, mendinginkan tempo, memutar arah bola/permainan, dan 
mendistribusikan bola, dan sekali-sekali bikin gol. Dan utamanya lagi, dia 
gigih dalam menjaga kehormatan wilayah pegangannya.
Nah, gw liat Xabi ini adalah juga pivot point dari permainan Spanyol, metronome 
bila ada yg mesti diseimbangkan di dalam alur permainan.



Delfiar

  ----- Original Message ----- 
  From: Daniel Vero 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 07, 2008 12:39 PM
  Subject: Re: Re[2]: [BolaML] Gareth Barry vs Xabi Alonso


  Gue sepakat kalo kelebihan Xabi adalah kemampuan dia untuk
  mendistribusikan bola dengan timing dan akurasi yang akurat. Bola
  hasil rebutan dari lawan ga sekedar dioper ke para forward.
  Diliat-liat dulu, dipikir, digocek-gocek baru diumpan ke temennya.
  Keliatan emang kalo otaknya tuh jalan . Beda ama Mascherano yang
  tukang jagal dan bola yang didapat seketika langsung dioper ke Gerrard
  atau yang lain, ga peduli posisi mereka kadang ga pas untuk nerima
  bola.

  Kekurangan Xabi adalah posturnya kurang besar untuk main fisik.
  Mungkin ini juga yang jadi salah satu alasan Benitez mengganti dia
  dengan Barry.

  Sebenernya berita yang gue tunggu adalah siapa partner Torres musim
  depan. Ngandalin duet Gerrard-Torres ga akan cukup. Sementara striker
  lain kayak Voronin kurang berwibawa dan ga bikin takut lawan. Andai
  saja Villa atau Eto'o bisa didatengin. Gue yakin ga perlu nunggu sampe
  20 tahun......
  . 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke