--- In [email protected], "Don Rudy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kemarin2 sempat baca
> artikel, konon sekarang tuh pemain-pemain Afrika yang terkesan "mata
> duitan", maaf loh yah, mungkin karena mereka memang lebih mencintai uang
> ketimbang sepakbola. Terus terang menurut gw yang bener2 tulus mencintai
> sepakbola tuh cuma Brazil dan Argentina. 

Italia sendiri gw lihat lebih
> senang dengan kemenangannya ketimbang sepakbola itu sendiri :D
> 
> Ciao

Nah,

untuk satu ini kita sependapat.. he he..

di Italia kemenangan ada di atas segalanya, termasuk di atas
"permainan sepakbola"-nya sendiri..

IMO, bisa jadi subjektif,
kalo di Spanyol nggak begitu.. menang menjadi nomer dua setelah
bermain menghibur. Tujuan utamanya adalah main cantik dan menang..
Makanya banyak Brazilian dan Argentinian yang seneng main di situ..
IMO dan subjektif sih..

Dan sesuatu yang jarang terjadi adalah, tim yang menghibur bisa tampil
menjadi juara..

Sebelum Spanyol di Euro 2008, seinget gue media-2 (cetak atau
internet) banyak yang bilang Belanda Euro 1988 dan Brazil World Cup
1970 adalah "tim menghibur" terakhir yang berhasil keluar jadi juara..

Brazil 1994 dan 2002 tidak lagi tampil sebagai Brazil yang menghibur,
tapi lebih ke tim Brazil yang "meng-Eropa", yaitu "bermain cerdas" dan
"bermain untuk menang"..

So,
juaranya Spanyol taun ini jadi pembuka harapan baru lagi untuk
munculnya sepakbola yang menghibur dan juara.. atau sepakbola juara
yang menghibur.. (he he..)

==
just a thought.. :)

Kirim email ke