2008/7/16 meidian_abraham <[EMAIL PROTECTED]>:

>
> Iya sih bolak balik ngomong ini sebulan ga kelar.. (kayak yang gue
> bilang sebelum ini, he he..)
>
> menurut gue sih Trio Belanda di masa itu (1989-an) punya kontribusi
> lebih dari 50% dibanding 8 pemain starting eleven Milan lainnya..
>
> sering Milan main dalam keadaan tertekan dan nggak berkembang, trus ada
> kesempatan kasih bola daerah ke depan untuk dikejar van Basten,..
> dan tiba-tiba entah bagaimana, gol untuk Milan, dan Milan menang 1-0..
>
> gw ga inget jelas partainya, yang jelas jaman-jaman itu males nonton
> Milan soalnya partainya ga imbang, Milan pasti menang,.. biar main jelek
> sekalipun,.. tinggal kasih bola ke daerah kosong, dikejar van Basten,
> maka 80% kemungkinan akan gol.. entah bagaimana caranya..
>
> Sekali lagi, menurut gue sih, Basten+Gullit+Rijkaard punya kontribusi
> lebih dari 50% kemenangan Milan,
> walopun sebenernya kata hati kecil sih berpendapat lebih dari 80%
> kontribusinya..
>






















[rudy]
Kalau mainnya seperti yang ente sebutin Milan nggak bakalan disebut The
Dream Team oleh media-media Eropa, menang 5-0 di semifinal lawan Madrid
kemudia di final menghajar Steau Bucharest 4-0.
[/rudy]


>
>
> Lainnya:
> Kalo ga salah inget jaman itu Milan pakai teori taktik merapat saat
> diserang dan cepat menyebar saat balik menyerang .. duh lupa sih
> persisnya, tapi kira2 gitu.. terkenal juga bahasa Italia-nya untuk
> taktik ini - tapi lupa gw.
>
> Kenapa gawang Milan susah dibobol, karena saat diserang jarak antar
> pemain Milan begitu dekat dan rapat (gitu yang gue inget tulisan
> koran-koran), dan saat balik menyerang, Gullit dan van Basten jadi aktor
> utamanya..
>
> kasih bola ke mereka berdua, dan mereka akan mengkreasikan sesuatu yang
> luar biasa untuk gol bagi Milan..
>
> ..
> Pemain Italia hebat dalam bertahan, tapi tidak dalam menyerang.. di situ
> peran Gullit dan Basten,.. dan di situ gagalnya Sacchi di timnas, karena
> ga punya Basten atau Gullit.
>
> Oya,
> ..soal bertahan ada holding midfield Milan yang namanya Frank
> Rijkaard,.. dia ini jadi aktor utama lini pertahanan Milan juga lho..
>




























[rudy]
Strategi Sacchi adalah "contro stretto" (pendek merapat), itu dilakukan
untuk possession football di daerah pertahanan lawan. Mengontrol penuh
permainan, bukan untuk bertahan trus membuang bola ke trio Belanda.

Ciao
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke