kagem Don,

gimanapun memandang sesuatu ada batasannya.
kalo elu memambtasi pada semua hasil, ya memang begitu.
tapi bahkan fifa sendiri biasanya mememberikan penghargan berdasar musim,
decade atau batasan lain.
kalo misal musim 2007/2008 akan ketahuan siapa yang terbaik.

ini buka masalah cara pandang yg beda. tapi kadang jadi rancu kalo
batasan2 tersebut di campur aduk untuk dibanding2kan.

-- 
matur nuwun,
bakt                           
mailto:[EMAIL PROTECTED]

Saturday, August 16, 2008, 8:22:15 AM, sampeyan nyerat:

> 2008/8/15 meidian_abraham <[EMAIL PROTECTED]>

>>
>>
>> Ya La Liga dong kalo gitu.. yang juara sama yang perempat finalis
>> bagusan mana coba?
>>
>> :D :D
>>
>>






> [rudy]
> Lihat subject-nya dong. Terbaik di DUNIA, bukan terbaik di EROPA. Wah,
> mental lokal/regional kayak gini emang susah diajak ngomongin sepakbola
> kelas DUNIA.
> Tanpa kompetisi yang berkualitas tinggi dan berkelas DUNIA Brazil tidak akan
> Juara Dunia 5x dan klub2-nya juga pasti akan jadi pecundang alias inferior
> di Piala Interkontinental atau Piala Dunia antar klub.
> Untuk Brazil dan Italia prestasi klub berbanding lurus dengan prestasi Tim
> Nasional. Brazil TimNas Juara Dunia 5x, klub Juara Piala
> Interkontinental/Piala Dunia antar klub 9x, Italia Juara Dunia 4x, klubnya
> Juara Piala Interkontinental/Piala Dunia antar klub 8x.
> Inggris juga berbanding lurus kok, kualitas Tim Nasional dan klub juga sama.
> Tim Nasional Juara Dunia 1x, dan klubnya juga Juara Piala
> Interkontinental/Piala Dunia antar klub 1x...

> *Ini adalah cara pandang gw terhadap sebuah kualitas sepakbola, siapapun
> boleh memiliki pandangan yang berbeda.

> Ciao
> [/rudy]


Kirim email ke