Kresna Panggabean wrote:
> Masih sereman lini depannya City, Jo-Robinho plus SWP, beuh mana gameweek 
> berikutnya ketemu Chelsea lagi.  Robinho dan SWP bakalan ngetes Chelsea neh.:p
> Voronin cabut neh, cuma semusim di LFC, lagi cari no.10 yang sebenarnya neh.  
> Owen?:p
> Finnan cabut untuk mengakomodasikan kedatangan Riera, Espanyol emang minta 
> Finnan.  Gile Finnan cabut, skuad LFC di Istanbul tinggal Gerrard, Carragher, 
> Alonso dan Hyypia.
> Adiossss
>
>
>   
Masih sereman modalnya. mungkin dah terlambat untuk obrak abrik squad yg 
sekarang. tapi setidaknya  city bakal bisa punya harapan ke depan. gak 
sadar juga sekarang ada 4 brazillian, Robinho, Elano, Jô dan Gláuber

City Jadi 'Chelsea Baru'
Rossi Finza Noor - detiksport



Manchester - Mulai dari memiliki pemilik yang kaya raya hingga 
menggelontorkan dana besar demi memboyong pemain kelas dunia, Manchester 
City kini tengah bertransformasi menjadi "Chelsea baru".

Bukan rahasia lagi apabila The Blues, sejak kedatangan Roman Abramovich 
tahun 2003, senang mengoleksi pemain dengan status "superstar". Dengan 
dana melimpah yang dimiliki Abramovich, hal tersebut memang amat mungkin 
tejadi.

Akhirnya berdatanganlah pemain-pemain semisal Arjen Robben, Ashley Cole, 
Didier Drogba, Michael Ballack, hingga Andriy Shevchenko meski beberapa 
di antaranya akhirnya tak cocok dan hengkang.

Kini kisah serupa tengah dijajaki oleh City. Sejak dibeli Thaksin 
Sinawatra pada Juli 2007, The Citizens mendadak menjadi royal dalam 
bursa transfer. Thaksin kemudian mengucurkan banyak uang untuk 
mendatangkan figur-figur tenar seperti (pelatih) Sven Goran Eriksson, 
Elano, Martin Petrov, Vedran Corluka, Valeri Bojinov, Rolando Bianchi, 
Geovanni dan beberapa pemain lainnya.

Namun, usai aset kekayaannya dibekukan oleh pemerintah Thailand, Thaksin 
dan City mendadak jadi kekurangan dana. Hal inilah yang kemudian membuat 
Thaksin terpaksa menjual sebagian besar sahamnya kepada Abu Dhabi United 
Group for Development and Investment (ADUG) dan jadilah City memiliki 
pemilik baru.

Berapa biaya yang dikeluarkan ADUG untuk mendapatkan hak kepemilikan 
City? Seperti diberitakan Yahoosports, kelompok investor asal Uni Emirat 
Arab itu harus menggelontorkan dana hingga 220 juta poundsterling 
(sekitar Rp 3,6 triliun).

"Tujuan kami sangat simpel, yakni menjadikan Manchester City sebagai 
klub terbesar di Premier League. Dan untuk memulainya adalah dengan 
finish di posisi empat besar musim ini," demikian kata pimpinan anggota 
direksi ADUG, Sulaiman al-Fahim, kepada Telegraph.

Pernyataan al-Fahim tak main-main. Hanya beberapa jam setelah 
mengakuisisi City ia pun langsung berniat "membajak" Dimitar Berbatov 
yang saat itu tengah dalam proses kepindahan dari Tottenham Hotspur ke 
Manchester United.

Berba akhirnya memang gagal didapat karena ia tetap berlabuh di Old 
Trafford. Namun, tangkapan mereka sesudahnya tidak kalah mengejutkan. 
Tanpa basa-basi City berhasil mendatangkan Robinho dari Real Madrid. 
Padahal sang pemain sudah sejak lama diberitakan akan segera berbaju 
Chelsea.

Dana sebesar 32,5 juta pounds yang dikeluarkan untuk membeli Robinho pun 
tercatat sebagai transfer termahal di Premier League. Rekor itu juga 
sekaligus mematahkan rekor milik Chelsea ketika mendatangkan Shevchenko 
dari AC Milan dengan biaya 30,8 juta pounds. Fakta yang membuat City 
makin mirip dengan Chelsea.

Al-Fahim sendiri memiliki perangai yang agak-agak mirip dengan 
Abramovich. Selain kaya, ia juga ambisius. Pria berusia 31 tahun itu 
menargetkan City untuk bisa berlaga di Liga Champions dan kemudian 
menjuarainya dalam waktu tiga tahun ke depan.

Well, ada satu fakta menarik lagi dari al-Fahim, yang ini malahan 
membuatnya unggul dari Abramovich. Setelah membentuk ADUG, kekayaannya 
pun ditaksir menjadi 10 kali lipat lebih besar dibandingkan taipan 
minyak asal Rusia itu.

Kirim email ke