Rabu, 03/09/2008 06:08 WIB

Berba, Brilian atau Blunder?

Arya Perdhana - detiksport


Reuters/Stoyan Nenov
Jakarta - Bergabungnya Dimitar Berbatov ke Manchester United
mengundang banyak atensi sekaligus pertanyaan. Apakah pembelian Berba
ini merupakan langkah brilian atau malah blunder?

Berba didatangkan ke Old Trafford dari Tottenham Hotspur dengan nilai
transfer 30,75 juta poundsterling alias sekitar Rp 500 miliar. Bukan
harga murah tentunya, bahkan bagi klub sekaya MU.

Harga untuk menebus Berba masih lebih mahal ketimbang jumlah uang yang
harus dibelanjakan Chelsea ketika menggaet striker Andriy Shevchenko
dari AC Milan sekitar dua tahun silam.

Dengan usia sudah menembus angka 27, Berba tidak bisa dikatakan masih
muda. Usia itu adalah masa keemasan seorang pemain. Paling lama, pria
Bulgaria itu hanya akan bermain di level tertinggi dalam empat atau
lima tahun ke depan.

Apakah ini berarti harga Berba kemahalan? Sir Alex Ferguson
membantahnya sembari mengungkapkan bahwa sebetulnya MU bisa saja
menggaet Berba dari Bayer Leverkusen dengan harga lebih murah (sekitar
20 juta pounds), namun keduluan oleh Spurs.

"Sekarang kami mendapatkannya. Transfer itu membuat kami belanja
sedikit lebih banyak tapi dia memang seberharga itu," yakin Fergie
seperti dilansir The Sun.

Sekarang, soal posisinya di MU. Apakah masih ada tempat di barisan
depan The Red Devils untuk pemain yang mengawali karirnya di CSKA
Sofia tersebut?

Duet Wayne Rooney dan Carlos Tevez yang menjadi andalan 'Setan Merah'
musim lalu sudah tampil cukup baik. 19 gol dari Tevez dan 18 dari
Rooney yang dicetak di semua ajang membuktikan keduanya sebagai
penggedor lumayan mumpuni. Gentarkah Berba dengan perebutan posisi ini?

"Saya sudah pernah menangani harapan dan tekanan di sepanjang hidup
saya. Saya tidak takut dengan itu. Karena itulah saya kini ada di
sini," lugas Berba yang catatannya musim lalu, 23 gol di semua arena,
masih mengungguli Tevez ataupun Rooney.

Dengan masuknya Berba, ada satu penyerang yang harus rela dipinggirkan
oleh Fergie. Keberadaan tiga penyerang yang sama kualitasnya memang
bisa sangat membantu untuk mengarungi musim yang panjang dan arena
yang berbeda-beda. Tapi bila rivalitas itu tidak bisa dikelola dengan
baik, yang ada malah disharmoni.

Toh, hal itu tidak membuat Berba cemas. "Yang terpenting adalah
menikmati semuanya, membantu tim memenangi trofi dan berterimakasih
kepada fans. Jika saya berbuat seperti yang saya tunjukkan di Spurs,
saya pikir tidak akan ada masalah," tandasnya.

( arp / ian )

Kirim email ke