Jangan cepat puas dulu untuk fans Inggris dimanapun heheh
Gw jadi inget jamannya McLaren yang di kualifikasi Piala Eropa 
sebelum ketemu Kroasia emmberikan permainan atraktif bahkan Owen 
sempat Hatrick tapi akhirnya nyungsep juga. Kestabilan permainan dan 
karakter untuk menang masih membutuhkan proses. Gw yakin dengan 
egoisme para pemain England di gencet pasti England bisa berbicara 
banyak. Faktor pelatih yg bisa mengendalikan para pemain Inggris 
pasti bisalah membawa England sukses. 

Salam,
Mokhan

--- In [email protected], <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mungkin karena masih pertandingan awal-awal perebutan tiket, 
marking dan konsentrasi masih lemah ...
> 
> Tapi kinerja Capello memang mesti dicatat.
> Pindah ke berbagai klub dia bisa menghadirkan gelar juara. Ini yg 
gw takutkan jika Brazil, Italia, Belanda dll tim jagoan gw kalo 
berhadapan dengan Inggris, karena sekarang pelatihnya Capello yg 
Italiano. Waktu pelatihnya masih Sony-Erikson atau yg laen sih gw gak 
takut.
> Capello, waktu di Milan, dia bawa Milan meraih berbagai trophy, 
berkali-kali malah (> 1 kali).
> Waktu di Madrid pun demikian, malah dia menjadi penyelamat ketika 
kondisi Madrid kacau sehingga kemudian dari hampir kemustahilan 
Madrid jadi juara.
> Waktu di Roma pun dia bisa menyatukan tim itu.
> Sekarang "Waktu" itu mungkin telah datang di tim Inggris, tangan 
magis, tangan Midas-nya (midas : http://en.wikipedia.org/wiki/Midas) 
Capello akankah bermain? Wa'llahualam, hanya Allah yg tau ...
> 
> Catatan yg bisa diambil dari Capello adalah tim yg dibesutnya 
tidaklah atraktif banget, tapi dia bisa menyatukan tim. Bisa membuat 
tim yg compang-camping jadi sebuah baju yg rapi dan rigid. Coba kasih 
Capello tim yg tidak terlalu jelek, alias dalam kondisi yg tidak 
rusak tapi sedang-sedang saja materinya, tidak ada masalah kecompang-
campingan, dia akan agak susah menjadikannya baju bermerk bagus itu. 
Itu pernah terjadi di Milan waktu Capello datang kedua kalinya ke 
Milan.
> 
> Yg laen adalah taste. Capello membawa taste baru. Tapi apakah taste 
tersebut terasa enak dirasakan tim Inggris secara keseluruhan sampai 
dengan akhir tercapainya penantian, ataukah taste tersebut terasa 
enak, manis hanya di beberapa pertandingan awal?
> 
> 
> Delfiar
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Ari Muladi 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Thursday, September 11, 2008 8:24 AM
>   Subject: RE: [BolaML] Re: Inggris kok bisa menang.?
> 
> 
>   pemain belakang croatia terlalu banyak ngasih ruang di kotak 
penalti.
>   tidak ada marking ke wallcot maupun rooney saat mereka bikin goal.
>   harusnya lampard juga tercatat mencetak goal cuma aneh dibatalkan 
dengan
>   alasan karena ada pelanggaran oleh heskey.
> 
>   saat loncat berebut bola dengan pemain lawan memang aturannya 
tidak
>   boleh tangan menghalangi lawan apalagi sikut ke arah lawan.
> 
>   chelski
> 
>   ________________________________
> 
>   From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
Behalf
>   Of Firdauf Achmad Dhewata
>   Sent: Thursday, September 11, 2008 4:46 AM
>   To: [email protected]
>   Subject: [BolaML] Re: Inggris kok bisa menang.?
> 
>   --- In [email protected] <mailto:bolaml%40yahoogroups.com> , 
Ahmad
>   Alfie Sarmili <poetra_bekasi@>
>   wrote:
>   >
>   > Kayanya kemenangan ini lebih karna faktor spirit.Bukan teknik
>   semata..Hm,Rooney udah pemanasan neh..
> 
>   iya, kroasia down karena kartu merah yg gak perlu.
>   bola udara, loncat dan seperti biasa tangan diatas cari advantage
>   nyundul.. eh kena dahi. sobek dan berdarah .
>   fair challenge menurut gw, joe cole aja yg apes.
>   kartu kuning cukuplah harusnya
> 
>   Alkaizer
>   . 
>    
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke