*Kepada Yang Terhormat *

*Penguasa Sepak Bola Indonesia*




Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang membutuhkan hiburan untuk
menyatukan diri sebagai satu saudara. Kami ini hanyalah kelompok masyarakat
yang selalu ingin damai dan sejahtera. Kami hanyalah kelompok masyarakat
yang ingin melihat sepak bola berjalan dengan sportifitas dan fairplay.


 Kejadian Sabtu malam lalu di stadion kanjuruhan, kami akui kami salah. Saat
ini kami mengaku salah berbuat anarki, namun ini adalah ujung dari rasa
sabar kami. Tidak benar memang, salah iya, harus dihukum, Harus!!! Kami tak
akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang salah. Kami
siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan karena Anda
membawa palu main ketuk seenaknya.


Lihat dulu, pelajari dulu, bersikap objektif itu perlu. Jika kami ini salah
bagaimana dengan yang memicu kami berbuat salah? Hukum juga dong. Jangan
hanya kami. Jangan hanya main hokum, selidiki dan tuntaskan  ada apa di
balik mereka (WASIT) melakukan itu. Kami rela jadi martil sebuah perubahan.
Kami rela dijadikan korban untuk sesuatu yang lebih baik. Namun kami tak
pernah rela sportifitas dan fairplay tercederai. Ayo kita instropeksi. Sudah
benarkah *Anda*, pemegang regulasi sepak bola memberikan sisi edukasi kepada
kami penikmat dan supporter serta masyarakat sepak bola Indonesia?

 Apa yang anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi
berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi. Adakah hasil
tertulis dari penyegaran wasit? Dimanakah diumumkan? Siapa yang memberikan
test kepada mereka? Sudah independent-kah badan itu? Kasus semacam ini sudah
berulang kali terjadi, tapi klub, supporter, merekalah yang langsung
merasakan hukumannya yang jelas terlihat di mata pecinta bola tanah air.
Sedang wasit? Jika ini masalah SDM Wasit dengan segala bentuk lingkungan
yang membentuknya, akankah selalu kami kaum penikmat sepak bola ini yang
selalu menjadi terhukum? Anda para penguasa sepak bola tanah air pernah
berucap kepada kami,"Jangan main hukum sendiri offisial pertandingan,
serahkan kepada kami sesuai mekanismenya," Tapi kami tak pernah lihat
transparansi penyelesaian dan pengungkapannya. Semuanya hanya berujung pada
sanksi sejumlah nominal (selalu saja berbuntut materi).


 Kami bisa jamin, sepak bola Indonesia tak akan bisa maju selama
PILKADA-PILKADA selalu mengikutinya. Sepak bola Indonesia akan kehilangan
sportifitas dan fairpalynya jika sudah menjadi bagian dari cara *branding *bagi
person yang akan menjadi penguasa. Penguasa yang terhormat, kesabaran
manusia ada batasnya. Kepada masyarakat sepak bola Indonesia jangan tiru apa
yang sudah terjadi di Bumi Singo Edan. Biarkan kami saja yang merasakan,
kalau perlu biar kami saja yang jadi MARTIL perubahan.


 Kami minta maaf jika sudah memberikan contoh yang tidak baik, kami minta
maaf jika sudah memberikan tontonan yang kurang atraktif.  Bagi saudara kami
PKT Bontang, maaf jika sudah membuat kalian kurang nyaman. Jangan jadikan
ini sebagai pembenaran balas dendam. Sebab musuh kami bukanlah kalian, bukan
klub atau tim lain. Musuh kami adalah ketidakadilan dan sikap anti fairplay.
Kalian sama dengan kami. Kalian adalah korban dari sistim yang berjalan. Ayo
kita gandeng tangan, bikin satu perubahan. Apa yang sudah kami lakukan
memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan.


Demikian surat terbuka ini kami buat, kepada teman-teman Pers jangan hanya
diangkat peristiwanya. Beritakanlah penyebabnya. Berikan sisi edukasi bagi
sesama. Kami tahu berita kami selalu meningkatkan oplah. Terima kasih sudah
buat nama kami besar, hingga kami merasa sakit saat jatuh. Namun kami tetap
Arek-Arek Malang yang selalu tegar diterpa jaman. Sampai kapanpun kami tetap
mendukung SINGO EDAN. Meskipun kami sebagai terhukum.



 Atas Nama Komunitas satujiwa.net

Pendukung PS Arema dari Dunia Cyber

Salam Satu Jiwa


-- 
Best Regards

http://www.keycenk.co.cc/
http://keychenk.multiply.com/


Milton Berle  - "You can lead a man to Congress, but you can't make him
think."


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke