kagem Alfonso, cuma belum nyetel saja, atau malah gak bakal nyetel kayak sheva di london. begitu balik malah setelannya dah kacau . . :D -- matur nuwun, bakt mailto:[EMAIL PROTECTED]
Tuesday, September 23, 2008, 12:44:04 AM, sampeyan nyerat: > --- In [email protected], "Don Rudy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Gilardino nyetak goal lagi, hemmm...dari dulu gw ga pernah > meragukan >> kemampuannya kalau urusan ngebobol gawang lawan. > Alfonso: Beberapa pemain memang sudah ditakdirkan hanya untuk > bermain di level tim medioker. Menurut saya Fiorentina termasuk tim > medioker karena mereka ga hebat-hebat amat di Eropa. Saat mereka > bermain di tim papan atas, bola (baca: kesempatan) susah mampir di > pemain yang ditakdirkan itu. > Saat di Milan, bisa jadi Tuhan menghalangi mata pemberi umpan > (Seedorf, Kaka) sehingga ga melihat Gilardino di depan gawang. Atau > bisa juga umpan yang dilepaskan harusnya tepat sasaran ke kepala > Gila. Tapi karena emang ga ditakdirkan bermain di tim besar, ya > akhirnya umpan tsb melenceng atau berbelok karena 'sesuatu', entah > itu angin atau posisi Gila yang salah mulu. Lihat saja di Fio, dalam > tiap gol Gila, penempatan posisinya luar biasa ciamik. > Saya percaya, Tangan Tuhan bekerja. Sebagai striker, selain > mengandalkan kemampuan diri sendiri, juga sangat tergantung kepada > siapa yang memberinya umpan. > Alfonso .
