2008/10/14 Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]>: > --- In [email protected], "Alfonso" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Alfonso: Komentar saya simpel. Kalau Anda saat ini bekerja di >> Telkomsel dengan gaji Rp 10 juta/bulan. Terus Anda ditawari gaji Rp >> 20 juta oleh XL (kita anggap ini provider paling kaya, paling ngetop >> di Indonesia dan dipercaya lebih baik dari Telkomsel). Anda mau >> pindah? Iya, Anda udah tahu jawabannya kan? Jadi kok masalah ginian >> diributin terus sih oleh seisi dunia...Orang Eropa walau rambut >> kuning, yang suka nonton bola, yang rengek-rengek Ronaldo jangan >> pindah, tapi ga semua pinter... > > masalahnya Telkomsel merasa saat mereka mengambil anda dari tumpukan > lamaran pekerjaan yg segunung itu dan digaji 10jt/bln dgn kontrak > masih berjalan beberapa tahun kedepan, maka anda punya kewajiban untuk > menyelesaikan kontrak anda dan harus balas budi lebih banyak daripada > kasih gelar liga champion 1 kali. > > :) :) :)
yW~> Risiko dunia sepakbola. Kalo gitu, bisa donk dengan gampang bilang ke pemain2 muda Arsenal sekarang "eh kalian semua harus tahu diri ya. kalian sekarang dan sebelumnya bukan siapa2. Di sini kalian akan jadi terkenal seperti pemain2 muda lain yang pernah bermain di sini. Jadi hormati kontrak kalian yang sekarang, dan jangan banyak cincong" emang boleh begitu? apa ada pemain yg mau dibegitukan? :D Kasus CR ini kan dia bermain bagus -> gajinya dinaikkan -> balas budi? Justru gaji tingginya itu yang merupakan "balas budi" dari pihak perusahaan atas prestasi dia. Dia ga digaji setinggi itu sejak dikontrak pertama kali kan? Gw setuju dengan pembatasan gaji, meskipun gw cukup setuju juga dengan alasan "masa aktif seorang pemain cukup singkat (ga berlaku buat Maldini :p), jadi wajar saja dia "harus" memperoleh banyak selama dia masih bisa". nah lho? -- Yan Walando
