[rudy]
Kalau Christian Maldini kelak juga bisa mengangkat trofi Liga Champions
sebagai kapten, tentu menjadi sesuatu yang sangat fenomenal buat keluarga
Maldini.

Ciao
[/rudy]

Sabtu, 04/10/2008 13:54 WIB

Maldini Bicara 22 Tahun Karir Sepakbolanya
Doni Wahyudi - detiksport


AFP
Milan - Soal lawan teberat, ban kapten di timnas Italia dan AC Milan,
perjalanan 22 tahun karir sepakbola sampai rencana masa depan. Jelang masa
pensiun, Paolo Maldini menuturkan pengalamannya sebagai salah satu bek
terbaik dunia.

"Saya melihat karir saya sebagai sesuatu yang menyenangkan, saya tak
memandang sepakbola sebagai pekerjaan. Jika saya berpikiran seperti itu,
maka saya sudah pensiun sejak beberapa tahun lalu," sahut Maldini dalam
wawancaranya dengan Sky seperti diberitakan Channel4.

Debut Maldini bersama Milan terjadi tahun 1985 saat dia masuk sebagai pemain
pengganti. Namun hanya itulah penampilan Maldini muda di musim tersebut.
Setahun berselang baru dia menjadi bagian starting XI Rossoneri.

Di usianya yang ke-40, atau setelah 22 tahun berseragam Milan, Maldini
memutuskan ini adalah musim terakhirnya. Sebuah torehan luar biasa yang oleh
pemain bernama lengkap Paolo Cesare Maldini itu dianggap sebagai
keberuntungan besar.

"Saya berpikir soal peruntungan besar yang telah saya dapatkan di kota
kelahiran saya. Dengan klub ini saya sudah mengangkat Tropi Liga Champions,
seperti yang telah ayah saya lakukan sebelumnya. Dan faktanya anak saya kini
juga bermain untuk Milan."

"Saya mengingat kembali semua hal itu dan saya lantas berpikir kalau saya
adalah orang yang sangat beruntung," lanjut bek yang pada 26 Juni lalu
merayakan ulang tahunnya ke-40 itu.

Meski disebut-sebut sebagai salah satu bek terbaik di dunia, Maldini
ternyata belummem berikan satu gelar pun pada Gli Azzurri. Tidak Piala
Eropa, apalagi Piala Dunia, bahkan dia tak mendapat penghargaan yang
diberikan pada pemain dengan prestasi fenomenal semisal Ballon d'or atau
pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

"Saya tak mendapatkannya bersama Azzurri, tapi itumungkin memang bukan
waktunya buat kami. Banyak kesempatan kami miliki dan selalu kalah dengan
adu penalti," kisah pemilik 126 caps di Timnas Italia itu.

"Anehnya lagi saya menjadi kapten di timnas sebelum saya menjadi kapten di
Milan. Saya senang bisa mendapat lebih banyak tanggung jawab dan siap saat
menjelang usia 30, jadi saya siap mengambil tugas Franco Baresi."

Di panjang perjalanan karirnya, Maldini sudah menghadapi puluhan atau bahkan
ratusan striker berbahaya. Namun dari jumlah tersebut ada beberapa yang
dianggapnya punya kemampuan di atas rata-rata penyerang lain. Mereka adalah
Diego Maradona dan Ronaldo saat pertama kali pindah ke Inter Milan.

"Saya pikir lawan terbaik yang pernah saya hadapi adalahDiego Maradona,
meskipun di dua tahun pertama bersama Inter, Ronaldo juga fenomenal," lanjut
dia.

Jelang masa pensiunnya banyak yang bertanya-tanya apa yang akan dilakukan
Maldini jika tak lagi bergelut dengan sepakbola. Satu yang bisa dipastikan
adalah dia tak akan mengikuti jejak ayahnya, Cesare Maldini, dengan menjadi
pelatih.

"Ada pertanyaan besar soal karir saya. Mereka yang menjadi pemain besar tak
selalu menjadi pelatih yang sukses juga. Saya sangat terbuka dengan banyak
kemungkinan, kita lihat saja bagaimana masa depan nanti," pungkas Maldini.


( din / din )

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke