jangan2 prediksi gw selama ini bener ...

Jumat, 31/10/2008 10:32 WIB

Fergie vs Madrid & Marca

Arya Perdhana - detiksport


Marca
Madrid - Aroma perselisihan antara Sir Alex Ferguson dengan Real
Madrid muncul lagi ke permukaan. Kali ini, hal itu diperparah dengan
ulah Marca yang turut mengolok-olok Fergie.

Ferguson marah kepada Madrid ketika klub Spanyol itu mendekati
bintangnya, Cristiano Ronaldo. Meski pada akhirnya Los Blancos gagal
menggaet Ronaldo dari Manchester United, tampaknya Fergie masih
menyimpan dendam.

Persoalan yang bagai api dalam sekam itu membara lagi akibat sebuah
wawancara Ferguson dengan majalah GQ baru-baru ini. Fergie
menghubungkan Madrid dengan rezim Jenderal Franco yang pernah berkuasa
di Spanyol.

"Apa yang membuat hal itu sungguh tidak patut adalah Madrid, sebagai
klubnya Jenderal Franco, punya sebuah sejarah bisa mendapatkan
siapapun dan apapun yang mereka inginkan. Itu sebelum demokrasi datang
di Spanyol," ujar Fergie berapi-api.

Dalam kesempatan yang sama, Fergie juga menyerang pembelian Gabriel
Heinze dari MU tahun 2007. Menurut pria Skotlandia itu, Heinze hanya
jadi alat untuk membujuk Ronaldo. Sebuah hal yang langsung dibantah
oleh yang bersangkutan.

Presiden Madrid Ramon Calderon sebetulnya tak banyak bereaksi atas
pernyataan Ferguson ini. Lagipula, Calderon malah tidak suka persoalan
Ronaldo ini muncul lagi karena ia juga mulai mendapat tuntutan dari
suporter untuk memenuhi janjinya mendatangkan Ronaldo.

"Saya tidak akan membuang-buang waktu untuk menjawab dia. Saya
menghormati prestasinya, tapi dia sudah menua," kata Calderon kepada
Marca.

Marca yang memang koran pro-Madrid langsung menanggapinya dengan
sebuah olok-olok. Di edisi hari Kamis (30/10/2008), Marca memuat lima
gambar berseri yang menunjukkan wajah Ferguson yang perlahan
bermetamorfosis jadi Jenderal Franco. Di bawahnya, tertulis judul
besar 'Ferguson Chochea' alias 'Ferguson Pikun'.

Di bagian dalamnya, Marca menulis bahwa Fergie banyak hal yang
diucapkan dan diperbuat di Old Trafford dipengaruhi oleh umurnya.
Kepikunan tersebut menjadi jelas ketika Fergie melakukan wawancara
seperti tersebut, demikian Marca.

( arp / krs )

Kirim email ke