---------- Forwarded message ----------
From: agus triyono <[email protected]>
Date: Jan 8, 2009 7:53 PM
Subject: Tiga Indikator Krisis Sepakbola Eropa
To: [email protected]
Clark Whitney
Tiga Indikator Krisis Sepakbola Eropa
foto ilustrasi dollar (Adri Prastowo)
*VIVAnews - *Krisis ekonomi dunia ikut mempengaruhi sepakbola Eropa.
Terdapat tiga indikator krisis di pentas sepakbola benua biru itu.
Krisis ekonomi dunia bukan hanya melanda industri. Itu termasuk sepakbola
yang belakangan pesat membangun industrinya.
Sayangnya, pembangunan industri itu jadi terhambat akibat krisis ekonomi.
Itu terlihat dari lesunya pergerakan klub-klub di bursa transfer jilid 2
musim dingin, Januari 2009.
Beberapa klub mengklaim tak terimbas krisis ekonomi ini. Tapi, terdapat tiga
faktor yang disebut-sebut sebagai indikator untuk mengungkap kasus ini.
*1. Penurunan Harga Minyak*
Setelah mengawali musim 2008-09 dengan rekor 6-0-2 di Liga Inggris (Premier
League), penampilan Chelsea lantas menurun. Pada 26 Oktober 2008, The Blues
mengalami kekalahan perdana di Stamford Bridge.
Skuad Luiz Felipe Scolari gagal mempertahankan rekor manis lebih dari empat
tahun. The Blues ditaklukkan rivalnya, Liverpool 1-0.
Lima pekan kemudian, Chelsea juga mengalami kekalahan berikut di kandang
dari Arsenal. Kondisi ini makin diperburuk dengan kemampuan Chelsea yang
hanya mampu berada di posisi runner up penyisihan Liga Champions Grup A.
Chelsea tertinggal satu poin di bawah AS Roma. Padahal, AS Roma masih
terpuruk dan bergulat di Serie A.
Dan tak seperti biasanya, Chelsea terlihat kalem selama transfer window.
Mengapa miliuner dan raja minyak Roman Abramovich menutup rapat-rapat buku
ceknya?
Turunnya harga minyak dunia bisa menjadi jawabannya.
Perkembangan pesat industri di Rusia, Brasil, India dan Cina, sempat
menaikkan harga minyak, musim panas atau pertengahan tahun lalu. Tapi,
krisis ekonomi melambatkan kinerja industri, sehingga harga minyak pun
turun.
Harga per barrel minyak mentah turun hampir 75 persen dari rekor tertinggi
Juli 2008: 147,27 dolar AS. Akibatnya,
Abramovich banyak menderita kerugian sampai 88 persen dari total
kekayaannya.
Chelsea yang selama ini hampir tak tersentuh ikut terkena imbasnya. Hanya
gaji John Terry cs yang diperkirakan tetap aman.
*2. Kredit *
Bagi klub menengah ke bawah, krisis mengakibatkan mereka kehilangan
penghasilan dari penjualan tiket dan merchandise. Buat klub menengah ke
atas, mungkin ini tak terlalu berpengaruh.
Tapi, justru mereka dikejar-kejar oleh deadline kredit alias pinjaman yang
harus segera dibayar. Manajer klub-klub sekelas Valencia, Liverpool dan
Manchester United dilanda kepanikan tingkat tinggi.
Pasalnya, mereka harus segera membayar utang, padahal pemasukan tak kunjung
datang. Akhirnya, solusi instan adalah menjual para pemain bintang.
*3. Inflasi*
Di Inggris, poundsterling mengalami depresiasi terhadap euro. Bahkan, nilai
kedua mata uang kini hampir setara.
Ini menguntungkan klub-klub di luar Inggris untuk merekrut pemain dari
Premier League. Pasalnya, mereka seperti mendapatkan potongan harga 40-50
persen.
Sesuai hasil riset Forbes tahun lalu, klub Big Four Liga Inggris: Manchester
United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool menempati posisi 1, 3, 4 dan 8 klub
terkaya Eropa.
Tapi, Forbes April 2008 merilis selisih kekayaan antara United dan peringkat
2, Real Madrid turun dari 329,6 juta euro ke 270,3 juta euro. Meski Arsenal
dan Chelsea bertahan di posisi 3 dan 8, Liverpool turun ke posisi 5.
Dari tiga hal ini, bisa disimpulkan menjadi dua hal. Sesuai pertandingan di
lapangan hijau, yakni terdapat pihak yang kalah dan menang alias pecundang
(losers) dan jawara (winners).
*The Losers:
*-Inggris: melemahnya nilai tukar pounds mungkin tak terlalu berefek pada
klub-klub kaya Premiership. Tapi, pengeluaran Tottenham Hotspur selama off
season menjadi 55 juta euro.
-Valencia: "Los Che" masih punya utang. Tapi, mereka masih punya aset
berharga: David Silva dan David Villa yang bernilai 50 juta euro atau lebih.
Sejak musim panas lalu, Villa dihubungkan dengan beberapa klub top Eropa.
Villa bisa menjadi solusi instan untuk menutupi utang Valencia.
*The Winners:
*-Benua Eropa: klub-klub La Liga, Serie A dan Bundesliga secara tidak
langsung mendapatkan potongan harga akibat depresiasi pounds. Mereka bisa
mempertahankan bintang-bintangnya dengan harga lebih murah.
-Jerman dan Prancis: Klub-klub Bundesliga dan Ligue1 akan bisa menjual
bintang-bintangnya dengan harga lebih mahal kepada klub-klub besar Eropa.
Apalagi, klub-klub mapan macam Barcelona, AC Milan, Juventus dan Inter Milan
diprediksi takkan mendapatkan saingan berarti di bursa transfer. Terutama
dari klub-klub yang terjerat utang.
-Semangat kompetisi: Persaingan ketat di Bundesliga menjanjikan hak menarik.
Selain Bayern Munich, tak ada klub yang benar-benar mendominasi.
Dominasi klub-klub Inggris di Liga Champions malah bisa disebut
memprihatinkan. Menarik untuk ditunggu apakah krisis ekonomi juga akan
mengganggu dominasi ini, sekaligus sebagai jalan pembuka klub-klub Eropa
lainnya memathakan dominasi Inggris.
*Clark Whitney, koresponden Goal.com. Copyright ada di Goal.com**
*
VIVAnews
--
Best Regards,
AT
0740/0740 E.if
Belajar Ngeblog http://agustriku.wordpress.com
--
Best Regards,
AT
0740/0740 E.if
Belajar Ngeblog http://agustriku.wordpress.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat
[email protected]
==========================================================Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/