--- El mar 13-ene-09, Frely Pakan <[email protected]> escribió: frely----> dua kalimat rafa di atas itu aja dah saling bertentangan. dia bilang kalo Fergie itu the only manager di liga yang above the law alias unpunished atas aksi2nya. padahal kalo mau ngeliat hukuman2 untuk semua manager dalam beberapa musim terakhir, Fergie yang paling sering dihukum and berat hukumannya dari segi jumlah denda maupun touchline ban juga biasanya lebih berat dari yang laen.
omar--->IMHO, rafa berbicara dengan sedikit kritik "hiperbolik". gue yakin kalo rafa pasti TAU bahwa ferguson pernah kena denda, but still he said that mr. ferguson "unpunished". tau kenapa??? karena denda2 itu dianggap gak setimpal dgn apa yg dilakukan ferguson (nge-presure wasit, ke pinggir lapangan, dll). sebagai pelatih paling aki-aki, apalagi ada respect the referee campaign, ferguson harusnya bisa jadi panutan manager lain. lihat aja, ada nggak manager lain yg model ferguson?? gak ada. perumpamaannya gini, ferguson "rese" 100 kali, tapi cuma kena denda/sanksi buat 50 "kereseannya" itu, makanya rafa bilang "unpunished". sekali lagi....hiperbolik. inget sekali lagi graham poll membenarkan rafa. pointnya bukan pada pengertian kata "unpunished" atau bukan, tapi pada setimpal nggak-nya sanksi buat pelanggaran untuk respek ke referee. koruptor milyaran yg cuma kena 2 tahun dan pencopet kena 10 tahun pasti orang akan bilang si koruptor "walk away unpunished". --- frely ---> we didn't say anything? please deh... trus yang ngomong kek gini sapa? Rafa Benitez September 2007 "We will analyse it and talk with the Premier League. We will see how to stop this situation, but if you play on Tuesday, for example, in an international break, it will be easier. In the Champions League, if you play on Wednesday, you must play on Sunday. In Spain its like this." omar--> key word "analize and talk"....nge-analisa beda dengan "keluhan"nya fergusson. analisa itu lebih punya manner, dengan analisa artinya rafa siap debat sehat (talk) dengan PL soal fixture list, dengan analisa artinya rafa gak apriori nyalahin PL. lihat juga kalimat dia ngebandingin dengan Spanyol liga. wajarlah kalo dia ngebandingin, kalo la liga bisa ngatur lebih bagus jadwal kenapa PL yg gemerlap gak bisa?. jadi, rafa was right that "we didn't say anything" about the fixtures", because we analyze and talk it in a very respect way with PL. soal lain-lain, termasuk sang psikolog.....doesnt matter. what matter is the fact what rafa said. gue lebih suka bahas dengan substansi pernyataan rafa (yang didukung mantan wasit graham poll) daripada bicara berlika liku soal psikologis, soal "being under pressure", whatever...omongan kayak gitu cuma smokescreen. bener gak fergusson suka nge-pressure wasit?? itu yg harusnya dibahas, jangan ngalihin substansi masalah dengan hal ecek2. kayak marcela zalianti aja lo ngalihin kasus dari penganiayaan jadi isu agung tukang tipu......hehehe... gila uey hujan dari subuh, jam segini masih di rumah, bingung mau kerja atau di rumah...:) -omar- __________________________________________________ Correo Yahoo! Espacio para todos tus mensajes, antivirus y antispam ¡gratis! Regístrate ya - http://correo.yahoo.com.mx/
