kenapa musti dibedakan? kalo tujuan sama: cari kemenangan? kayanya yg bedain cuma mindset aja timnas: ga da sensasi dan duit gede [bisnis]. cuma utk loyalitas terhadap negri tercinta aja. klub: sensasi ketenaran individu dan ujung2nya duit gede yang berbicara. jika ada si Anu maen kinclong sepanjang musim [atau di ajang piala dunia/eropa], siap2 aja disodori surat kontrak yg bikin air liur netes2
begitu juga strategi, buat gw ga da yang salah dengan teori Aragones untuk diterapin ke klub. blom ada yg mo mencobanya aja :) dalam peperangan, strategi/taktik apapun bisa dicoba. usaha yg maksimal pasti akan membawa hasil yg maksimal pula ,,(o_o),, nguuuiiiikkkk... ________________________________ From: Hendra Kurniawan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, January 19, 2009 4:45:47 PM Subject: Re: [BolaML] Kaka calon permain termahal di dunia Cuman nambahin dikit. Kalo untuk timnas, mungkin pendekatan Arogones itu tepat. Tapi untuk level klub, pemain bintang itu harus dan bagus buat aspek bisnis. 2009/1/19 indah larasati <larasatilarepati@ yahoo.com> > buat gw seorang bintang ga harus disematin lencana emas yg bisa diliat > orang banyak > kalo dia bisa maen maksimal dan memberikan kontribusi berarti, tak > peduli dia maen di tim kelas apapun. bagi gw dia udah bisa dianggap > bintang > > contoh kasus: Spanyol yg berhasil juara Eropa kemaren [meski byk yg > mencibir: halah, cuma eropa ini. blom juga piala dunia], gw salut dgn > strategi opa Aragones yg menganut teori sama-rata, tak ada bintang2an segala > macem. > menurut gw semua pemain tim Spanyol adalah bintang. gak ada yg terlalu > menonjol tapi masing2 bisa memaksimalkan potensi diri. hasilnya terlihat > kan? > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
