hey, all of you guys! remember this comment: bola di kelas liga [klub] kan cuma mentingin segi bisnis [dan sedikit sensasi]
kalo Rafa merasa rugi di segi bisnisnya dg mempertahankan si Keane, ngapain juga diterusin? kalo Rafa trus mempertahankan Keane, justru itu merupakan tindakan "keji" karena telah mematikan potensi si pemaen dengan membangkucadangkannya. Danny, pernyataan lo kebalik, keputusan Rafa melepas Keane justru menolong pemaen itu. dengan demikian dia bs kembali berprestasi dan main maksimal di klubnya semula. yang dia cintai dg sepenuh hati. Keane said: "It was a difficult decision to make to leave Tottenham in the summer. It proved not to be the right move for me. I know some Spurs fans will feel I let them down by leaving but I can assure them I shall be giving my all for this Club. This Club has terrific fans and I want to repay them for all their support. We've got to get on and fight our way up that league table." gw yakin semua pihak secara bisnis [duit.duit.duit] ga ada yang dirugikan, krn transaksi toh udah ketok palu: Once a fee was agreed between the two clubs ahead of the 5pm closure of the transfer window, it was then up to the player himself to pass a medical and agree personal terms with Spurs before the deal could be officially completed. Confirmationof this came just after 5.30pm when Tottenham Hotspur announced the transfer was a done deal. anggep aja memang yang tertulis di media itu adalah kebenaran yang ada. jika yang terlibat sudah bisa menyelesaikannya dengan baik, ngapa kita yang jadi penonton gak puas? we never know about the truth. yg bisa kita tulis disini kan cuma asumsi belaka. jika gw salah, ya maap.. gw kan ga tau apa2 ttg bola :) ,,(o_o),, nguuuiiiikkkk... ________________________________ From: Kresna Panggabean <[email protected]> Se"keji-keji" perlakuan Rafa terhadap Keane, untung aja Rafa gak pernah nyambit Keane pake sepatunya di locker room sampe pelipisnya berdarah kekeke. Anyway menurut gw penjualan Keane itu tepat, dengan alasan: 1. Keane gak cocok di skema permainannya Liverpool sekarang. Selama ini Liverpool paling sering bermain dengan pola 1 striker dan biasanya sukses (4-2-3-1). Dengan kembalinya Torres, Keane jadi bench. Apabila Keane jadi striker tunggal di pola itu, lebih sering Keane bermain jelek dibanding bagus. 2. Harga Manajemen Liverpool melihat Keane tidak cocok dan ada yang berminat dengan dia (Spurs) dan harganya pun masih mayan (ditafsir sekitar 15 jt pounds). Keane juga mau lagi balik ke Spurs daripada jadi bench di Liverpool. Daripada nunggu Keane yang belum pasti kembali ke form di sisa musim, sebaiknya Keane dilepas sekarang ketimbang awal musim depan dimana harga Keane juga belum tentu bisa sebesar penawaran Spurs kemaren. Gw sempat baca juga di beberapa media, katanya Keane itu bukan pilihan Rafa diawal musim. Awalnya dana 20 jt Pounds dialokasikan untuk menbeli satu pemain bintang. Rafa minta Gareth Barry, namun manajemen malah beli Keane dengan harga segitu. Akhirnya dicobalah Keane masuk ke skema Liverpool musim ini dan akhirnya tidak cocok. Cuma alasan ini kayaknya gak bakalan ada official sourcenya. Adiossss > > --- El mar 3-feb-09, Tristan Santoso <trist4nited@ ...> escribió: > > Mau tanya pendapat objektif pada para liverpudlian disini dong (sambil > melirik ke Kang Omar dan Kresna) > > Menurut kalian apakah sudah tepat perlakuan Liverpool terhadap Robbie Keane > ini ? [Non-text portions of this message have been removed]
