Message-ID: <[email protected]>
User-Agent: eGroups-EW/0.82
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset="ISO-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
X-Mailer: Yahoo Groups Message Poster
X-Yahoo-Post-IP: 124.81.35.53
X-Yahoo-Newman-Property: groups-compose
Sender: [email protected]
X-Yahoo-GPoster: 6rITT9fk_RtllrRc

Di samping Utut Adianto, dia salah satu pecatur nasional fav. gw.

:(


18 Februari 2009
Lintas Arena

GM Edi Handoko Tutup Usia

SOLO - Dunia olahraga Indonesia, terutama catur, kehilangan salah
seorang atlet andalnya. Grand Master (GM) Edi Handoko (49) tutup usia,
Selasa (17/2) sekitar pukul 00.30. Jenazah pecatur senior Tanah Air
tersebut disemayamkan di rumah duka Perum Indogreen Blok B-II/28
Citeureup Bogor.

"Bapak meninggal akibat serangan jantung. Pada 12 Februari lalu, bapak
masuk rumah sakit karena tifus," kata Ekana Listya Wibowo, anak sulung
Edi Handoko yang tinggal di Solo, kemarin.

Rencananya, jenazah almarhum akan diterbangkan ke Solo, Kamis (19/2)
besok dan langsung disemayamkan di Tiongting Jebres. Selanjutnya, Edi
dimakamkan di TPU Bonoloyo, Minggu (22/2) depan. Almarhum meninggalkan
seorang istri Endang Hapsari serta dua anak, Ekana (24) dan Okana
Razzi Giovani (9)

Edi adalah pecatur kelahiran Solo, 28 Agustus 1960, yang mendapat 
gelar GM di Sirkuit Asia 1994. Dia merupakan pecatur Indonesia keempat
yang meraih gelar tersebut setelah Herman Suriadireja (gelar GM di
Bulgaria 1983), Ardiansyah dan Utut Adianto (Dubai, 1986).

Setelah Edi, tiga pecatur nasional lain yang merengkuh gelar serupa
adalah Ruben Gunawan (Jakarta, 1997), Cerdas Barus (Slovenia, 2002)
dan terakhir Susanto Megaranto (Spanyol, 2004). (D11-40)



Kirim email ke